Selasa, 30 Maret 2010 17:01 WIB Kesehatan Share :

Minuman bercola tak baik untuk sperma

Bagi pria yang gemar minuman bercola, mungkin hasil penelitian ini bisa menjadi pertimbangan. Pasalnya, pria yang suka minuman bercola berisiko membahayakan spermanya, demikian hasil penelitian di Denmark.

Rata-rata pria yang punya kebiasaan meminum minumab bercola, jumlah spermanya 30 persen lebih sedikit dibanding pria yang tak minum cola. Meski semua sperma yang dihitung berdasarkan standar WHO termasuk normal, namun pria dengan jumlah sperma lebih sedikit berisiko mengalami ketidaksuburan atau infertilitas.

Tapi yang jadi masalah bukan kadar kafein dalam minuman cola, kata peneliti. Karena kopi tidak memberi efek yang sama, walau minuman berkola umumnya memiliki kandungan kafein yang tinggi. Peneliti menduga kandungan lain dalam minuman itu atau gaya hidup tak sehatlah yang jadi penyebabnya.

“Perlu dicatat bahwa pria yang minum banyak cola juga berbeda dalam banyak hal,” kata Dr. Tina Kold Jensen dari Rigshospitalet di Copenhagen, Denmark.

Kold Jensen, yang memimpin penelitian ini mengatakan beberapa penelitian lalu hanya melihat dampak cafein pada kesehatan reproduksi pria. Partisipan penelitain sangat terpilih seperti pada kelompok pria yang tak subur, hingga hasilnya pun bisa diperdebatkan.

Karena anak muda Denmark sudah sangat terbiasa dengan konsumsi minuman ringan mengandung kafein satu dekade terakhir, para peneliti memilih untuk meneliti apakah ini berdampak pada kesehatan reproduksi mereka.

Lebih dari 2.500 pria muda terlibat dalam penelitian ini. Hasilnya mereka yang tidak minum cola punya kualitas sperma yang lebih baik — rata-rata 50 juta per mililiter semen — dan cenderung punya bergaya hidup sehat.

Sementara, 93 pria yang bisa minum lebih dari satu liter per hari, hanya punya 35 juta sperma per mililiter semen. Mereka juga lebih banyak makan makanan cepat saji dan kurang konsumsi buah dan sayur.

Ketika dilihat dr sumbe rkafein lain, seperti kopi dan teh, penurunan kualitas sperma, tidak terlalu tampak, demikian kesimpulan peneliti seperti dilaporkan dalam American Journal of Epidemiology edisi Maret.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…