Ilustrasi rendang (JIBI/Solopos/Dok.)
Selasa, 30 Maret 2010 16:28 WIB News Share :

KP2KKN
Calon walikota Semarang tak miliki komitmen berantas korupsi

Semarang (Espos)–Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng menilai lima calon Walikota Semarang peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2010 tak memiliki komitmen memberantas korupsi.

“Terbukti tak ada satupun calon walikota Semarang yang hadir dalam diskusi panel komitmen membersihkan korupsi di Semarang,” kata Sekretaris KP2KKN Jateng, Eko Haryanto kepada Espos di sela diskusi di Hotel Semesta, Kota  Semarang, Selasa (30/3).

Diskusi panel dengan tema Komitmen Semarang Bersih Korupsi yang digelar KP2KKN ini, hanya dihadiri tiga calon wakil walikota (Wawali) yakni, Ari Purbono (koalisi Partai Gerindra-PKS), Hendy Hendar Priyadi (PDIP), dan Kristanto (koalisi Partai Golkar dan partai non parlemen).

Sedang lima calon walikota masing-masing, Mahfudz Ali (Partai Demokrat), Harini Krisniati (koalisi Partai Gerdindra-PKS), Bambang Raya (koalisi Partai Golkar dan partai non parlementar), M Farchan (koalisi PKB, PAN, dan PPP), dan Sumarmo HS absen.

Lebih lanjut Eko mengungkapkan, padahal pihanya telah mengirimkan undangan sejak sepekan sebelum pelaksanaan kegiatan.

“Sumarmo, Mahfudz Ali sudah menyatakan kesediannya untuk hadir, sedang tiga calon lainnya sulit dihubungi,” katanya.

Padahal, sambung ia, kehadiran calon walikota sangat diperlukan guna mengetahui komitmen pemberantasan korupsi di Kota Semarang.

Pasalnya kasus korupsi di Kota Semarang sangat tinggi, bahkan dari data KP2KKN dalam dua tahun terakhir 2008 dan 2009 menduduki peringkat pertama di Jawa Tengah (Jateng).

oto

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…