Selasa, 30 Maret 2010 16:53 WIB Sukoharjo Share :

Kecelakaan karambol, 51 orang luka-luka

Sukoharjo (Espos)–Kecelakaan karambol antara bus, truk dan Isuzu Panter terjadi di Kepuh Nguter, Selasa (30/3). Akibat kejadian itu, 51 orang mengalami luka-luka baik ringan hingga berat sehingga harus dilarikan di rumah sakit terdekat.

Informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan karambol terjadi kurang lebih pukul 11.30 WIB. Meski tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami rusak parah khususnya Bus Jaya Mulya Utama yang bagian depannya hancur begitu pula dengan pintu masuk, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Sekitar 49 orang penumpang bus dan truk mengalami luka ringan terutama di bagian jari tangan dan dahi lantaran pecahan kaca sementara dua orang lainnya yaitu sopir dan kenek bus mengalami luka parah.

Salah seorang penumpang bus, Joko Wahyono menjelaskan, laju kendaraan umum yang ia naiki sejak dari Wonogiri hingga Sukoharjo tergolong kencang.

“Bus sejak dari Wonogiri memang melaju kencang. Selalu berusaha menyalip kendaraan yang ada di depannya,” jelas dia ketika dijumpai wartawan, Selasa.

Kronologis kejadiannya, terang Joko, terjadi  ketika sopir bus bernomor polisi (Nopol) AD 1566 PG tidak bisa mengendalikan kendaraan dan menyerempet truk Toyota Dyna bernopol AD 1799 BG yang melaju dari arah sebaliknya yaitu dari utara ke selatan.

Pascatabrakan itu, ban depan sebelah kanan bus meletus sehingga menyebabkan kendaraan umum tersebut oleng dan menabrak Isuzu Panter ber-Nopol H 8805 JG yang berada di belakang truk. Setelah menabrak Panther, sopir bus kemudian membanting setir ke arah kanan dan menabrak pohon Katijaran hingga ban depan terperosok ke dalam selokan.

“Kalau ban yang meletus, saya kurang begitu ingat waktu kejadiannya, apakah sesudah menabrak truk ataukah sebelumnya. Sebab, saat itu saya dalam kondisi membungkuk dan menutupi kepala agar tidak terkena pecahan kaca,” jelas dia.

Penumpang lain, Rianti mengatakan saat kejadian bus dalam kondisi penuh.

“Bus yang saya naiki penuh tapi tidak sesak karena tidak ada yang berdiri,” jelasnya.

Penumpang bus lainnya, Herlambang menolak dibawa ke RS meski tangannya mengalami luka-luka. “Saya tidak mau ke RS. Biar begini saja,” tukasnya menjawab tawaran salah satu anggota polisi. Kepada petugas polisi Herlambang mengaku bukan dia sopir Bus Jaya Mulya.

“Saya bukan sopirnya. Hanya saya teman si sopir yang panggilannya Ketel,” jelasnya.

Sopir Panther, Sriyono menjelaskan, sebanyak tujuh orang termasuk sopir yang ada di dalam Isuzu Panter. Sriyono menambahkan, kondisi Panthernya rusak parah. Sebab, bagian depan mobil ringsek dan semua lampu depan hancur.

Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Sis Raniwati ketika dikonfrmasi mengatakan, Bus Jaya Mulya Utama dikendarai Misdi, warga Gilingan, Solo.

“Sopir bus adalah warga Solo. Hari ini ketika kami cek di RS, yang bersangkutan sudah tidak ada. Katanya sedang urut. Ini masih kami cek,” jelasnya ketika dihubungi wartawan.

aps

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…