Senin, 29 Maret 2010 13:49 WIB News Share :

Warga Tasik tuntut aturan teknis Perda Syariat Islam

Tasikmalaya— Sekitar 1.000 orang yang tergabung dalam Forum Umat Islam Tasikmalaya mendatangi Balaikota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (29/3). Mereka menuntut pembuatan aturan teknis peraturan daerah (Perda) penegakan syariat Islam.

“Kedatangan kami ke sini hanya ingin memperjuangkan Perda Syariat Islam,” ujar Acep Sofyan, Koordinator Lapangan, saat berorasi di atas kendaraan bak terbuka yang berada di tengah-tengah masa di depan Gedung Balaikota Tasikmalaya, Senin (29/3).

Menurut Acep, lahirnya Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 tentang pembangunan yang mengatur kehidupan masyarakat yang berlandaskan ajaran Islam merupakan refleksi dari keinginan masyarakat kota Tasikmalaya, sehingga diperlukan aturan teknis sebagai upaya penerapan aturan di lapangan. “Pemerintah seharusnya segera membuat aturan teknisnya,” ujar dia.

Sejak dikeluarkannya peraturan tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya di mata mereka hingga kini terkesan belum maksimal dan tidak serius untuk melaksanakan aturan peraturan daerah tersebut. Sehingga tak mengherankan dalam tata kehidupan sehari-hari warga kota Tasikmalaya masih di dominasi hal-hal yang jauh dari tegaknya syariat islam. “Coba kita lihat di masyarakat,” tegas Acep.

Dalam aksi tersebut, para demonstran dengan pakaian serba putih tak lupa membagikan selembaran pernyataan sikap yang isinya sembilan poin tuntutan yang ditujukan bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya agar segera membuat aturan teknis pelaksanaan peraturan daerah mengenai penegakan syariat Islam sebagai bahan acuan penegakan aturan dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat di kota Tasikmalaya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Tasikmalaya KH Achef Noor Mubarok tidak mempermasalahkan langkah yang mereka tempuh, terlebih upaya yang tengah ditempuh semata-mata untuk menegakkan syariat Islam. “Tidak ada masalah itu,” ujar dia, Senin (29/3).

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…