Senin, 29 Maret 2010 13:53 WIB Hukum Share :

Putus cinta, seorang pemuda potong alat kelamin

Cilacap–Amd (19), pemuda yang diduga putus cinta nekat memotong alat kelaminnya sampai putus, sehingga harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap, Jawa Tengah.

Saat dikonfirmasi wartawan, Senin (29/3), Direktur RSUD Cilacap Sugeng Budi Susanto membenarkan adanya seorang pemuda yang kini masih dalam perawatan pihaknya di Ruang Bougenvile, setelah dia memotong alat kelaminnya sendiri.

“Kami kini berupaya menyembuhkan luka yang diderita pemuda tersebut,” katanya menambahkan.

Menurut dia, jika tidak segera ditangani, luka yang diderita anak baru gede (ABG) itu bisa berakibat fatal.

Namun demikian, Budi tidak bersedia menjelaskan kronologis dari suatu kejadian yang tegolong nekat itu. Ia juga menolak menyebutkan identitas si ABG dengan alasan kode etik kedokteran.

Budi mengatakan, kondisi pemuda tersebut saat ini masih stres berat, sehingga tidak dimungkinkan untuk ditemui wartawan.

Kendati demikian, dia sempat mempersilakan wartawan dengan didampingi petugas RSUD untuk melakukan mediasi dengan keluarga korban.

“Kami tidak menghalang-halangi, silakan teman-teman lakukan pendekatan dengan keluarganya. Siapa tahu yang bersangkutan bersedia diwawancarai,” katanya.

Sementara itu, keluarga korban saat ditemui wartawan tetap enggan dikonfirmasi mengenai kronologis peristiwa yang dialami Amd.

Informasi yang dihimpun, Amd yang berasal dari Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, nekat memotong alat kelaminnya pada Kamis (25/3) lalu setelah mendapat kabar bahwa kekasih hatinya telah menikah dengan orang lain.

Keluarga yang mengetahui kenekatan Amd, berupaya memberi pertolongan. Akan tetapi upaya tersebut tergolong nekat, karena potongan alat kelamin Amd malah kecebur masuk ke dalam sumur tanah galian, dan hingga kini belum ditemukan.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…