Senin, 29 Maret 2010 12:24 WIB News Share :

Pramono Anung curiga Gayus hanya eksekutor

Jakarta— Wakil Ketua DPR RI dari PDIP, Pramono Anung bicara soal Gayus. Bukan Gayus Lumbuun, sesama politisi PDIP. Sekjen partai berlambang banteng ini menanggapi kasus Gayus Tambunan, PNS golongan III yang mendadak jadi milyuner.

“Saya duga Gayus tidak sendirian, tidak mungkin transaksi Rp 20 miliar dilakukan orang di posisi Gayus,” kata Pramono di Gedung Dewan, Jakarta, Senin (29/3).

“Saya rasa dia hanya eksekutor, kebijakan untuk itu pasti sudah ada yang buat,” tegas Pramono.

Pramono berharap kasus Gayus dibongkar tuntas. Suapa bola salju kasus-kasus perpajakan dibuka secara menyeluruh.

“Saya prihatin persoalan seperti ini yang sebenarnya sudah terjadi sejak 2007, ternyata berlarut-larut,” kata dia.

Ditambahkan Pramono, seharusnya instansi-instansi terkait cekatan sehingga ini bisa segera diatasi. “PPATK kan katanya jauh-jauh hari sudah memberi data pada polisi dan instansi-instansi terkait terkait. Ini sepertinya terjadi karena di-link pejabat karena kewenangannya,” lanjut dia.

Gayus diperkarakan karena menyimpan uang Rp 25 miliar di rekeningnya. Tak hanya terancam kembali berurusan dengan polisi, mulai hari ini Gayus juga dipecat dari pekerjaannya.

Indikasi pelanggaran itu ditemukan Direktorat Kepatuhan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur (KITSDA) Direktorat Jenderal Pajak.

Saat ini Gayus tidak ada di Tanah Air. Ia diduga sudah kabur ke Singapura setelah sempat curhat kepada Satgas Antimafia Hukum.


vivanews/rif

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…