Senin, 29 Maret 2010 17:29 WIB Klaten Share :

Penertiban PKL di Klaten sempat diwarnai ketegangan

Klaten (Espos)–Operasi penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang digelar aparat Satpol PP Klaten bersama warga di sejumlah jalan protokol, Senin (29/3), sempat diwarnai ketegangan. Para PKL yang lapaknya dibongkar merasa gusar lantaran tak tahu harus pindah ke mana untuk mencari nafkah.

Mereka tak menyangka petugas Satpol PP bertindak tegas. PKL berusaha protes, namun mereka tak mampu berbuat banyak lantaran warga di sekitar lokasi ikut membantu merobohkan lapak.

Partiatun, 39, PKL di trotoar Jalan By Pass mengaku telah menghabiskan uang jutaan rupiah untuk membuat kanopi di tempatnya berjualan.

“Ini malah dibongkar semua, saya tak tahu mesti pindah ke mana. Padahal sudah 12 tahun saya jualan di sini,” ujar pedagang makanan itu sambil ngukuti barang dagangannya.

Razia berlangsung sejak pagi dilakukan belasan petugas Satpol PP. Lokasi PKL yang disasar selain Jl By Pass juga ruas Jl Soeradji Tirtonegoro serta Jl Pemuda Selatan. PKL di Jl Pemuda Selatan, Nur mengaku setiap malam membayar retribusi Rp 2.000 kepada petugas. Ia merasa kesal lantaran Satpol PP tak mau memberikan toleransi. Namun demikian, ia hanya bisa pasrah saat lapaknya diturunkan.

Kasi Penegakan Perda Satpol PP Klaten, Sutaya mengatakan, pedagang sudah berkali-kali diperingatkan, tapi mereka tetap membandel dan melanggar jam berjualan yang disepakati.

Menurut dia, PKL diperkenankan membuka lapak mulai pukul 15.00 WIB-06.00 WIB. Namun praktiknya banyak yang tetap berjualan di luar jam tersebut.

Dia menambahkan, lokasi berjualan PKL di trotoar terlarang karena melanggar Perda No 4 Tahun 1993 tentang K3 (ketertiban, kebersihan dan keindahan). Dikatakan olehnya, sejumlah lapak PKL di Jl By Pass di sebelah selatan RS Tegalyoso diindikasikan digunakan untuk kegiatan yang meresahkan masyarakat sehingga warga ikut membantu Satpol PP merazia PKL.

rei

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…