Senin, 29 Maret 2010 19:13 WIB Hukum Share :

Pastikan hasil rekam medis Slamet Suryanto, tim Kejari cek ke lapangan

Solo (Espos)–Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo memastikan diri mengecek kondisi kesehatan terpidana kasus korupsi dana Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2003 mantan Walikota Solo, Slamet Suryanto beberapa hari terakhir.

Dari pantauan secara langsung tersebut diketahui, kondisi kesehatan Slamet Suryanto dikabarkan masih buruk dan perlu mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Solo, Sigit Kristanto upaya mengecek secara langsung kondisi kesehatan mantan walikota dilakukan di kediamannya akhir pekan lalu.

Hasil pengecekan kondisi kesehatan tersebut bakal dilaporkan ke unsur pimpinan Kejari Solo dan segera dilakukan koordinasi dengan Kejati Jateng.

“Kami memang sudah mengecek ke rumah Pak Slamet. Kondisinya, memang yang bersangkutan sedang sakit. Pada saat di sana, kami pun tidak dapat melakukan komunikasi aktif dengannya,” jelasnya saat ditemui wartawan di Pegadilan Negeri (PN) Solo, Senin (29/3).

Lebih lanjut dia mengatakan, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari isteri Slamet Suryanto, kesehatan mantan walikota itu belum menunjukkan tanda-tanda positif.

Bahkan, sepanjang menjalani perawatan di rumahnya dikabarkan Slamet Suryanto sempat terjatuh hingga dua kali. Di mana, hal tersebut disinyalir menjadi penyebab utama yang bersangkutan sulit untuk diajak komunikasi.

“Infonya ada genangan darah di bagian kepalanya. Kalau sudah seperti ini, hal utama yang kami lakukan memang tidak jauh dari prinsip kemanusiaan. Kalau tidak percaya, silakan cek sendiri kesehatan Pak Slamet,” jelas dia.

Disinggung tentang upaya eksekusi, Sigit Kristanto belum dapat menjelaskan waktu secara detail. Pasalnya, hal tersebut harus menunggu yang bersangkutan dalam kondisi sehat. Sepanjang masih sakit berat, pihaknya perlu melakukan koordinasi dengan unsur pimpinan dan Kejati sebelum mengambil langkah eksekusi.

pso

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…