Senin, 29 Maret 2010 15:09 WIB Hukum Share :

Mantan direktur PLN divonis 6 tahun penjara

Jakarta— Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis enam tahun penjara kepada Direktur PLN Luar Jawa Bali nonaktif, Hariyadi Sadono, terdakwa kasus korupsi outsoursing CMS basis teknologi PLN.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,” kata Ketua Majelis Hakim Cokorda Rai, saat membacakan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (29/3).

Selain hukuman penjara, hakim juga menjatuhkan vonis denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan. Mantan General Manager PLN Jawa Timur itu juga diharuskan mengganti kerugian negara Rp 2,325 miliar.

Hakim menilai terdakwa telah merusak citra PLN. “Perbuatannya ada unsur kesengajaan,” ujar hakim. Haryadi pun dinilai terbukti melanggar ketentuan dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Putusan ini jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa. Sebelumnya jaksa menuntut agar Haryadi divonis 10 tahun penjara denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Haryadi juga harus mengganti kerugia negara Rp 6,5 miliar.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Sibuk Main Ponsel, Perempuan Ini Jatuh dari Jembatan Penyeberangan

Sebuah kisah tragis menimpa perempuan Tiongkok yang terlalu sibuk bermain ponsel saat berada di jembatan penyeberangan. Solopos.com, SUZHOU – Penggunaan ponsel yang berlebihan bisa berbahaya. Hal ini terbukti pada perempuan asal Kota Anhui, Shuzou, Tiongkok. Perempuan yang tak diungkap identitasnya…