Senin, 29 Maret 2010 16:54 WIB News Share :

Jateng terancam krisis air

Demak (Espos)–Jawa Tengan dalam 10 tahun mendatang terancam terjadi krisis air, bila mulai sekarang pemerintah dan masyarakat tidak melakukan langkah antisipasi dengan melakukan gerakan penanaman pohon.

Pasalnya, menurut Fasilitator Komunikasi Konsorsium Muria Hijau, Hasan Aoni Azis saat ini terjadi penyurutan air tanah sedalam 0,7 meter atau 75 cm per tahun.

“Penyurutan air tanah ini dampak global warming yang antara lain akibat terjadinya penebangan pohon liar yang mengakibatkan hutan menjadi gundul,” katanya ketika ditemui wartawan pada Djarum Trees For Life di Desa Jogoloyo, Demak, Senin (29/3).

Hadir dalam acara itu, musisi dari ibukota dan pencinta lingkungan, Nugie, Public Affair Manager Djarum Handoko Setiyo, Corporate Communication Manager Djarum, Renitasari serta kalanga LSM peduli lingkungan.

Dalam kesempatan itu dilakukan penanaman pohon trembesi yang merupakan bagian dari program penanaman 2.767 pohon sepanjang Semarang-Kudus.

Lebih lanjut Hasan menyatakan, dari hasil penilitian pada sumur pantau di wilayah Pati, Jepara, dan Kudus yang berada di lereng Gunung Muria terjadi penyurutan air tanah cukup dratis.

oto

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…