Senin, 29 Maret 2010 22:55 WIB Wonogiri Share :

Dibebani bayar Askes, orangtua dan pihak sekolah di Wonogiri resah

Wonogiri (Espos)–Orangtua siswa dan pengelola sekolah di Kabupaten Wonogiri mengaku resah, menyusul adanya kebijakan untuk memasukkan anak-anak ke program asuransi kesehatan (Askes).

Program itu akan diterapkan di Wonogiri pada tahun ini. Setiap siswa atau orangtua dan pihak sekolah harus membayar Rp 60.000 untuk tanggungan satu tahun.

Informasi yang dihimpun Espos, masing-masing kecamatan dijatah 100 anak, sehingga akan terkumpul sekitar 2.500 anak karena Kabupaten Wonogiri memiliki 25 kecamatan. Di wilayah eks distrik Jatisrono, persoalan itu, Senin (29/3) menjadi pembicaraan masyarakat.

Orangtua dan pihak sekolah mengaku keberatan dan menilai kebijakan tersebut tidak selaras dengan program sekolah gratis.

“Kebijakan itu menyeluruh dan setiap kecamatan ditarget 100 anak. Kami sendiri agak kebingungan, karena harus menyiapkan dana Rp 60.000 per siswa untuk tanggungan kesehatan selama satu tahun. Jika dibebankan pihak sekolah, sangat memberatkan apalagi jika muridnya kurang dari 60 anak,” ujar sumber Espos yang minta namanya tidak disebutkan.

Dia menceritakan hari Sabtu semua kepala sekolah di eks distrik Jatisrono dikumpulkan di Kecamatan Sidoharjo. “Dalam pertemuan itu, disampaikan kalau siswa SD akan dibuatkan Askes dengan prioritas anak dari keluarga kurang mampu. Sehingga pihak sekolah diminta mencari keluarga siswa yang belum mendapatkan Askeskin. Per kecamatan dijatah 100 anak.”

Untuk kali pertama, ujarnya, pembayaran Rp 60.000 diminta dibayarkan sekali. “Selanjutnya, setiap bulan orangtua siswa atau sekolah harus membayar Rp 5.000 dan Askes itu akan berlaku sampai si anak lulus SD.”

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan (Disdik) Ngadirojo, Suratun saat dikonfirmasi mengakui telah mendengar program Askes siswa tersebut. Dia menyatakan biaya Askes Rp 60.000/tahun ditanggung pihak sekolah. Sementara, Kepala bidang TK/SD Disdik, Wonogiri, Sarjito mewakili Kepala Disdik Wonogiri, H Suparno saat diminta konfirmasi mengaku belum mengetahui rencana penarikan Askes siswa tersebut.

tus

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…