Minggu, 28 Maret 2010 14:49 WIB Kuliner Share :

Tumpuk piring jadi atraksi unik sebelum bersantap

Sebagian besar restoran padang, tak hanya ahli meramu bumbu dan bahan makanan menjadi sajian menggugah selera, mereka juga lihai menampilkan atraksi dalam melayani para pelanggan. Itu bonus bagi Anda yang hobi menyantap masakan padang.

Tak percaya? Tengoklah gaya para pelayan saat menghidangkan berbagai menu masakan. Semua piring berisi masakan dibawa dalam satu kali antar dan disusun bertumpuk di kedua tangan membentuk piramida. Hebatnya, meski piring dibawa bertumpuk dua atau tiga susun, tak satupun piring yang meleset dan jatuh. Seluruh hidangan sampai ke meja dengan selamat.
“Saya paling suka dengan atraksi pelayan saat penyajian. Kadang saya terheran-heran, kok mereka bisa ya membawa belasan piring yang ditumpuk-tumpuk seperti itu? Mirip seperti tarian piring bukan?” kata Priyo, wisatawan asal Jakarta yang ditemui Espos saat tengah asyik menikmati hidangan khas Padang dengan keluarganya di salah satu rumah makan padang di Solo.
Tak dipungkiri, aksi tumpuk piring yang dilakukan para pelayan ketika menyajikan hidangan memang jadi atraksi unik untuk menarik pelanggan. Menurut Warsito, supervisor waiter di Restoran Sederhana, atraksi penyajian semacam itu merupakan keahlian wajib para pelayan di rumah makan padang. “Setiap pelayan harus bisa melakukan itu (atraksi penyajian dengan menumpuk piring-red). Hal itu sudah jadi standar penyajian,” kata dia.

Berlatih membawa piring yang ditumpuk di kedua lengan jelas bukan perkara mudah, Warsito sendiri mengaku membutuhkan waktu untuk mempelajari aksi itu. Ada standar dan teknik khusus untuk melakukan standar penyajian itu. Namun, belakangan tak semua restoran padang menampilkan atraksi tumpuk piring yang khas.
Di rumah makan padang dikenal dua cara penyajian hidangan, yaitu dengan aksi tumpuk piring dan rames. Model penyajian tumpuk piring biasanya dilakukan untuk melayani tamu yang datang rombongan. Semua menu yang tersedia disajikan dan diletakkan dalam piring tersendiri, pelanggan bebas memilih masakan yang tersaji. “Walau semua hidangan tersaji, kami hanya akan menghitung harga makanan yang disantap,” jelas Warsito lagi.

Cara penyajian yang kedua, dengan rames. Metode ini dilakukan dengan langsung menambahkan lauk yang diminta pelanggan ke piring. Hal ini biasanya dilakukan untuk melayani pelanggan yang datang dalam jumlah sedikit. Itulah alasan, mengapa di setiap rumah makan padang selalu menampilkan palung (display) menu makanan yang di bagian depan.

Makanan siap santap diatur dan tersusun rapi di etalase. Selain untuk menarik perhatian, palung tersebut juga ditampilkan untuk memudahkan pelanggan memilih makanan. Anda tinggal tunjuk menu yang diinginkan, dan seorang pelayan dengan lihai mengambil berbagai lauk sesuai takaran per porsi.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…