Minggu, 28 Maret 2010 19:09 WIB Ekonomi Share :

Program mobil murah hanya untuk karyawan berpenghasilan di atas Rp 8 juta/bulan

Jakarta--Program mobil murah yang rencananya akan digulirkan oleh pemerintah pada tahun 2012 dengan menargetkan produk mobil seharga Rp 75-80 juta per unit diperkirakan hanya bisa dinikmati oleh masyarakat berpenghasilan di atas Rp 8 juta ke atas.

Hal ini karena daya beli mayoritas masyarakat Indonesia masih jauh dari jangkauan untuk  membeli mobil seharga Rp 80 juta.

“Gaji Rp 8 juta (per bulan) nggak kuat (membeli),” kata Presiden Direktur Indomobil Group Gunadi Sindhuwinata dalam acara Workshop Industri, di Bandung, Sabtu malam (27/3).

Bahkan, kata dia, jika selama ini masyarakat yang berpenghasilan antara Rp 1,5-2 juta per bulan masih bisa membeli motor, dengan asumsi harga motor Rp 15 juta per unit dan harga mobil 10 kali lipat dari  harga  motor maka setidaknya butuh pendapatan Rp 15 juta per bulan untuk bisa mendapatkan mobil, dengan kehidupan yang layak.

“Jadi gaji Rp 15 juta, selevel manager lah,” katanya.

Sehingga, lanjut Gunadi, jika ada segmen mobil murah yang berada di level Rp 70-80 juta, masih akan sulit dijangkau kebanyakan masyarakat Indonesia.

“Pedapatan masyarakat kita yang lebih luas tidak bisa menjangkau Rp 80 juta (harga mobil), sedangkan kendaraan yang bukan baru (bekas) itu pun tak bergerak pasarnya. Ini hanya bisa  ditunjang olah pendapatan yang cukup,” katanya.

Sementara itu, Direktur Alat Transportasi dan Kedirgantaraan Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan istilah mobil murah menurutnya tidak tepat karena akan memberi kesan pada produk murahan.

“Istilah mobil murah itu kurang tepat, tapi mobil yang terjangkau, kalau murah itu kesannya murahan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gunadi memperkirakan pasar sektor otomotif di tanah air pada tahun 2010 diperkirakan tumbuh paling tidak 15% hingga 20%. Pada tahun ini diperkirakan penjualan mobil akan tembus 660.000-680.000 unit dan kendaraan roda dua diatas 6,5 juta unit.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…