Minggu, 28 Maret 2010 15:11 WIB Kesehatan Share :

Hitung dulu isi dompet!

Cerita mengenai permak wajah dan tubuh berujung maut sudah terlalu sering mengisi ruang pemberitaan. Anda pun tentu tak asing dengan pemberitaan mengenai pasien yang ingin memancungkan hidung tapi malah terpaksa mendapat penanganan medis dan berakhir maut.

Apabila dirunut lebih jauh, kasus ini  terjadi lantaran kuatnya keinginan untuk memperbaiki wajah dan tubuh yang tak sejalan dengan isi dompet. Maklum saja, biaya untuk operasi plastik memang tak sedikit. Tak heran jika operasi plastik estetika hanya mampu dilakoni oleh orang-orang berkantung tebal.

Lantas bagaimana dengan mereka yang berkantung cekak namun juga memiliki keinginan sama? Nah, celah inilah yang lantas dibidik oleh pihak-pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan. Iming-iming permak wajah dan tubuh dengan harga murah pun berhasil membius banyak orang untuk menjalani prosedur permak wajah yang tak sesuai standar.
“Sejauh ini, yang paling berbahaya adalah pemakaian silikon cair untuk permak tubuh. Silikon cair kan sebenarnya digunakan untuk kepentingan industri bukan medis, jadi wajarlah bila menimbulkan efek samping,” timpal ahli bedah plastik RS Kasih Ibu, dr Amru Sungkar SpBP.

Pemakaian silikon sendiri sesungguhnya bukan hal asing dalam praktik bedah plastik. Silikon biasanya digunakan untuk menambah volume payudara, memperbesar bokong dan beberapa kebutuhan lain. Namun, silikon yang dimanfaatkan dalam bedah plastik standar adalah silikon padat yang sudah berizin dan direkomendasikan oleh lembaga kesehatan dunia.
“Silikon yang digunakan ini relatif aman dan tidak berpotensi menginfeksi jaringan di sekelilingnya. Bukan cuma itu, silikon ini juga bisa diangkat kembali,” sambung dia.
Sementara itu, silikon cair yang kerap digunakan oleh pihak tak bertanggung jawab memiliki potensi menginfeksi jaringan sekeliling. Tubuh akhirnya bereaksi, sehingga timbul ruam kemerahan dan gatal. Silikon cair juga sensitif terhadap gravitasi. Dalam jangka waktu tertentu, silikon akan mencari tempat rendah, akibatnya bentuk wajah dan tubuh pun menjadi tidak proporsional.

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…