Minggu, 28 Maret 2010 20:48 WIB Sragen Share :

Hampir 3 tahun tak masuk kerja, kinerja Wabup dilaporkan ke Gubernur

Sragen (Espos)–Setelah Bupati Sragen Untung Wiyono ditekan dengan berbagai aksi unjuk rasa, giliran Wakil Bupati (Wabup) Agus Fatchurrahman mendapat tekanan dari sejumlah elemen masyarakat.
Sebanyak lima lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Bumi Sukowati melaporkan kinerja Wakil Bupati ke Gubernur Jawa Tengah, Senin (29/3).

Tindakan lima LSM untuk menyampaikan surat ke Gubernur didasarkan atas kinerja Wakil Bupati Agus Fatchurrahman selama hampir tiga tahun tidak masuk kerja, tetapi masih menerima fasilitas dari pemerintah yang nilainya sampai Rp 1 miliar untuk satu tahun. Kelima LSM itu terdiri atas LSM Deras, Ajang Komunikasi Rakyat Arus Bawah (AKRAB), Gerakan Peduli Rakyat Sragen (GPRS), Forum Sragen Rembug (FSR) dan Angkatan Muda Demokrasi Indonesia (AMDI) Sragen.

Pegiat LSM Deras Sragen, Sunarto kepada Espos, Minggu (28/3), mengungkapkan, melihat kondisi politik di Sragen yang memanas dengan gerakan mendikreditkan Bupati, mestinya Wakil Bupati juga turut andil untuk bersama-sama Bupati menciptakan kondisi Sragen agar kondusif.
Dia mensinyalir bahwa Wabup terlibat dalam sejumlah aksi yang berlangsung untuk menghujat Bupati.

“Bupati dan Wabup itu kan satu paket yang dipilih rakyat berdasarkan pesta demokrasi. Mestinya keduanya bisa bersinergi bersama untuk mewujudkan Sragen yang kondusif. Sepertinya ada keterlibtan Wabup dalam aksi-aksi yang terjadi belakangan. Nah, melihat kondisi tersebut, kami bersama-sama elemen masyarakat lainnya berusaha untuk menemui Gubernur Senin untuk melaporkan kinerja Wabup,” tegas Sunarto.

Ketua GPRS Tri Hartono, menambahkan, Wabup Sragen selama ini tidak pernah memiliki dedikasi baik dalam kinerjanya. Oleh karenanya, sambungnya, tujuan elemen masyarakat ini ke Gubernur untuk meminta kepada Gubernur agar mengambil sikap atas sejumlah bukti terkiat kinerja Wabup ini.

trh

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

KAMPUS DI SEMARANG
Unnes Wajibkan Penulisan Akronim dengan Seluruhnya Huruf Kapital

Kampus Universitas Negeri Semarang melarang penulisan akronim nama kampus yang tak memakai huruf kapital. Solopos.com, SEMARANG –Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang kini tengah dipimpin seorang guru besar dari fakultas bahasa dan seni mencoba-coba menantang ketentuan penulisan akronim dan singkatan sesuai…