Sabtu, 27 Maret 2010 23:08 WIB Boyolali Share :

Warga Randusari gantung diri di pohon durian

Boyolali (Espos)–Warga Dukuh Ringinsari, Desa Randusari, Kecamatan Teras, Boyolali, Mardi Wiyono, 60  ditemukan telah tewas bunuh diri di pohon durian di ladang dekat rumahnya, Sabtu (27/3) siang.

Informasi yang dihimpun Espos menyebutkan, kejadian itu kali pertama diketahui oleh saksi yang merupakan warga Perum Gupitsari, Teras, Boyolali, Wito Pariyem, 75. Wito yang hendak mencari rumput di sawahnya sekitar pukul 10.30 WIB terkejut ketika melintas di ladang milik korban yang berada di Dukuh Ringinsari, Desa Randusari.

Dia melihat ada orang yang gantung diri di pohon durian. Wito kemudian berteriak sehingga warga sekitar langsung berdatangan ke lokasi kejadian. Puluhan warga setempat berlarian ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melihat kondisi korban.

Kejadian itu juga segera dilaporkan ke Polsek Teras yang diteruskan ke Mapolres Boyolali untuk penyelidikan lebih lanjut. Petugas dari Polsek dan dokter Puskesmas Teras, juga langsung meluncur ke TKP. Korban segera diturunkan dari tempatnya gantung diri untuk dilakukan pemeriksaan.

Kapolres Boyolali AKBP Agus Suryo Nugroho melalui Kapolsek Teras AKP Demmy Palulungan mengatakan, dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana pada tubuh korban.

Korban nekat gantung diri dengan seutas tali plastik sepanjang sekitar 1,2 meter. Tali itu ikatkan disebuah cabang pohon durian. Mengenai motif korban nekat mengakhiri hidupnya, diduga karena faktor ekonomi. Diduga korban mengalami stress akibat memikirkan kebutuhan.

“Dari pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban tewas murni akibat gantung diri. Diduga karena faktor ekonomi. Keterangan yang kami dapat, belum lama ini istri korban sakit dan baru saja keluar dari rumah sakit setelah menjalani opname,” kata Demmy saat dihubungi Espos, Sabtu malam.

nad

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…