Sabtu, 27 Maret 2010 14:55 WIB News,Ekonomi Share :

Tifatul
Gerakan tolak pajak kontraproduktif

Jakarta–Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menilai gerakan tolak pajak yang saat ini disuarakan di jejaring sosial Facebook merupakan gerakan yang tidak simpatik. Ini disebabkan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk melakukan pembangunan.

“Gerakan itu kontraproduktif. Karena masukan negara dari pajak, kalau mau membangun tentu tidak mudah,” kata Tifatul di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sabtu (27/3).

Menurut Tifatul, pembangunan tidak akan berjalan mudah dengan munculnya gerakan tolak pajak seperti ini. “1000 orang membangun, 1 orang menghancurkan sudah cukup (menyulitkan pembangunan). Apalagi 1 orang membangun, 1000 orang merusak, ini lebih parah,” ucap mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini.

Tifatul memahami kekecewaan masyarakat terhadap adanya penyelewengan oleh pegawai pajak. “Tapi tidak semua pegawai pajak begitu,” ujar Tifatul.

Namun Tifatul mengatakan adanya penyelewengan yang dilakukan pegawai pajak juga merupakan masalah hukum yang harus segera diselesaikan.

“Kalau ingin perbaiki, kita perbaiki. Ada masalah hukum, ada penyelewengan, harus diperbaiki,” kata Tifatul.

Gerakan tolak membayar pajak muncul di Facebook, setelah adanya kasus suap pegawai 3A Ditjen Pajak, Gayus Tambunan. Gayus menerima uang suap Rp 24 miliar namun kemudian diputus hukuman percobaan karena praktek mafia peradilan.

Nama Gayus muncul saat Komjen Susno Duadji mengungkapkan adanya makelar kasus di tubuh Polri.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
PKG 39, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…