Sabtu, 27 Maret 2010 16:29 WIB News Share :

Kandidat Ketum PBNU sowan ke Mbah Sahal

Makassar–KH Sahal Mahfudh terpilih sebagai Rais Aam PBNU 2010-2015. Para kandidat Ketua umum PBNU pun segera sowan ke kiai kharismatis itu yang sederhana itu untuk meminta restu.

Pantauan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (27/3), Mbah Sahal yang sedang berada di ruangannya tak jauh dari Gedung Muzdalifah, langsung didatangi 3 calon kuat Ketum PBNU.

Mereka yang sowan ke Mbah Sahal yakni KH Said Aqil Siradj, KH Ahmad Bagdja, dan Slamet Effendi Yusuf. Ketiga calon itu bersama elite NU lainnya sedang menunggu Mbah Sahal yang sedang berada di dalam kamar.

Dalam tradisi NU memang calon ketua umum harus mendapat restu dari Rais Aam. Selain hal itu juga merupakan syarat yang ditentukan oleh tata tertib.

Ketiga calon Ketum PBNU itu menyatakan terpilihnya Mbah Sahal sebagai Rais Aam sudah tepat. KH Said Aqil misalnya, menilai terpilihnya Mbah Sahal merupakan bukti bahwa muktamirin memilih dan menjaga tradisi NU dengan mengedepankan kiai sepuh untuk menduduki Rais Aam. Said juga mengapresiasi sikap Hasyim Muzadi yang mundur dari pencalonan sebagai Rais Aam, sehingga Mbah Sahal ditetapkan secara aklamasi.

Hal yang sama juga disampaikan Ahmad Bagdja. Menurutnya, ulama sepuh harus didahulukan untuk meneruskan kepemimpinan di Dewan Syuriah. Bagdja juga memuji sikap Hasyim yang tidak bersedia dicalonkan.

Slamet Effendi Yusuf juga demikian. Menurutnya, pemilihan jabatan Rais Aam memang tidak dikenal di NU, dan harus mendahulukan kiai sepuh untuk posisi itu. Namun demikian KH Hasyim yang mundur tetap harus diakomodir dalam kepengurusan.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…