Sabtu, 27 Maret 2010 20:29 WIB Solo Share :

Jenazah Sundoro Hosea dikremasi

Solo (Espos)–Tepat pukul 10.00 WIB, jenazah Hoo Sundoro Hosea diberangkatkan dari persemayamannya di Vihara Dhamma Sundara, Pucangsawit, Solo, Sabtu (27/3).

Isteri mendiang, Imelda Tio Sundoro bersama anak-anak dan cucu-cucu berjalan pelan mengantar jenazah menuju mobil yang akan membawanya ke krematorium di Delingan, Karanganyar.

Ketua Vihara Dhamma Sundara, Sri Pannyavaro bersama sejumlah biksu juga mengantar kepergian pemilik Sun Motor Grup ini. Di luar vihara yang dibangun mendiang, ratusan orang palayat juga bersiap untuk ikut mengantar jenazah.

Sesampainya di krematorium, doa cara Budha dialunkan dengan khidmat oleh biksu dan pengikut Budha. Suasana duka yang sejak awal sudah menyelimuti rangkaian upacara kremasi ini kian memuncak saat keluarga memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh yang dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi ini.

Meninggalnya Sundoro pada hari Selasa (23/3) dalam usia 75 tahun ini memang menyisakan duka yang mendalam bagi banyak orang, khususnya bagi keluarga. Sementara itu, di mata orang dekatnya, Sundoro semasa hidup adalah orang yang pantas dijadikan panutan.

Pemikirannya yang matang menjadikan banyak orang mengaguminya. Hal itu disampaikan Bupati Wonogiri, Begug Purnomosidhi. “Dia orang yang sangat baik dan bisa dijadikan panutan. Kami juga sering berbagi saat kami menemui masalah,” ujar Begug di sela-sela prosesi kremasi pukul 12.00 WIB

Rencananya setelah dikremasi, abu mendiang akan disimpan di Vihara Dhamma Sundara.

alo

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….