internet
Sabtu, 27 Maret 2010 10:07 WIB News Share :

Jelang pemilihan Ketum PBNU pengamanan diperketat

Makassar–Menjelang pemilihan Ketua Umum (Ketum) PBNU, pada Muktamar ke 32 NU pengamanan semakin diperketat di kawasan Asrama Haji Sudiang, Makassar.

“Semua barang bawaan peserta yang akan masuk ke pintu gerbang asrama, diperiksa petugas keamanan,” kata salah seorang peserta Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) di Makassar, Sabtu (27/3).

Pengetatan pengamanan tersebut, terkait dengan upaya menyukseskan pemilihan Ketua Umum PBNU.. Sebelumnya direncanakan dilakukan pada Jumat (26/3) malam, namun karena sidang pleno enam komisi berlangsung alot akhirnya proses pemilihan ketua umum PBNU diundur.

Selain di pintu gerbang Asrama Haji Sudiang, di gedung tempat pemilihan ketua umum PBNU Aula II juga diperketat. Hanya yang menggunakan kartu tanda peserta, panitia dan pers yang diperkenankan masuk. Itupun harus berdesak-desakan, karena banyaknya peserta muktamar yang ingin menyaksikan langsung kegiatan tersebut.

Para peninjau juga berseliweran mengamati dan mewawancarai sejumlah kiai dan tokoh NU yang berada di sekitar Aula II.

Sementara itu, di ruang Aula II panitia masih sibuk mengabsen peserta muktamar yang memiliki hak suara. Untuk memenangkan ketua umum PBNU minimal kandidat harus mengantongi 99 suara dari 504 suara yang merupakan perwakilan dari wilayah, cabang dan cabang istimewa yang berkedudukan di luar negeri.

Pada awal pelaksanaan muktamar, berkembang tujuh nama kandidat ketua umum masing-masing Said Aqil Siraj, Ahmad Bagja, Salahuddin Wahid, Masdar Fuad Mas`udi, Slamet Efendy Yusuf, Ali Maschan Moesa dan Andi Jamaro Dulung asal Sulsel.

Namun menjelang pemilihan ketua umum PBNU, kini tersisa dua nama yang menguat di kalangan muktamirin yakni Said Aqil Siraj dan Salahuddin Wahid yang juga adalah saudara kandung almarhum Abdurrahman Wahid yang lebih akrab disapa Gus Dur.

ant/rif

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…