Sabtu, 27 Maret 2010 11:31 WIB News Share :

Jangan adu domba Puan dan Prananda

Jakarta–Tuduhan mengenai perpecahan di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang terbelah menjadi kelompok pragmatis dan kelompok ideologis tidak beralasan. Pengelompokan Prananda Prabowo sebagai kelompok ideologis dan Puan Maharani di kelompok pragmatis sebagai upaya mengadu domba.

Hal itu ditegaskan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Taufiq Kiemas saat ditemui di Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta, Jumat (26/3). Informasi tentang perpecahan di tubuh partai berlambang kepala banteng itu muncul setelah ada kelompok yang mewacanakan akan berkoalisi dengan penguasa, sementara kelompok lain menginginkan partai tetap konsisten menjadi oposisi.

Saat ditanya soal dukungan pada Puan atau Prananda, Taufiq tidak mau berkomentar banyak. ”Suka-suka saya dong (mau memilih siapa). Ngadu dombanya pinter banget sih. Masa anak Pak Taufiq dan Ibu Mega (diadu domba), terlalu jauh,” katanya.

Prananda merupakan anak kandung Megawati dari suami terdahulu, sedangkan Puan adalah anak kandung Megawati dengan Taufiq Kiemas.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu menegaskan, tidak ada pertentangan di tubuh partai dan juga dikotomi kelompok ideologis dan pragmatis. Menurut dia, semua kader masuk PDI-P karena alasan ideologis, bukan alasan pragmatis.

Di Denpasar, mantan Wakil Sekjen DPP PDI-P Jacobus Kamarlo Mayong Padang mengamati ada lima virus yang menggerogoti PDI-P. Kelima virus itu adalah feodalisme, individualisme, hedonisme, pragmatisme, dan fobia oportunisme atau cari aman karena rasa takut yang berlebihan.

”Kongres kali ini harus dijadikan ajang peruwatan. Virus harus dimusnahkan dengan injeksi ideologi dosis tinggi. Kalau hanya setengah-setengah, virus bisa menjadi lebih ganas,” kata Jacobus.

kompas/rif

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…