Sabtu, 27 Maret 2010 12:34 WIB News Share :

Gerakan boikot bayar pajak di FB panen pengikut

Jakarta–“Gerakan 1.000.000 Facebookers dukung BOIKOT BAYAR PAJAK untuk KEADILAN”  terus panen pengikut. Tak kurang 20 ribu Facebookers gabung dalam grub yang baru dibuat dua hari lalu tersebut.

Saat mengunjungi grup tersebut, Sabtu (27/3) pukul 04.00 WIB, total pendukung grub tersebut mencapai 20.029 orang.

Beberapa pendukung menyatakan kegemasannya terhadap Gayus Tambunan yang diduga terkait kasus markus pajak senilai Rp 25 miliar. “Bayar pajak? Yaelah. Mendingan bayarin utang gue noh di warung Bu Bubangun,” sindir salah satu anggota grup boikot pajak, Surya Kurniawan.

Berbeda dengan Surya Kurniawan yang sindirannya terkesan tidak serius, salah satu anggota grup, Zoevan Luhut Manik mencoba menjelaskan efektivitas pajak terhadap sang pembayar pajak. “Bayar pajak itu bagus, asal penggunaannya benar, transparan, logis, tepat sasaran. Tapi kalau tidak jelas penggunaannya, buat apa bayar pajak?” tanya Zoevan.

Satu lagi sindiran kocak ditulis oleh salah satu anggota grup tersebut, Frans Tito. Frans memplesetkan singkatan NPWP menjadi Nilep Pajak Wajip Pajak.

“Daripada bayar pajak, mending beli rujak, kenyang pula,” canda Heri Pramiko, pria berkacamata anggota grup boikot bayar pajak.

Sebelumnya, Dirjen Pajak Tjiptardjo meminta kepada masyarakat untuk tidak menjadikan kasus Gayus Tambunan sebagai alasan untuk tidak membayar pajak. Menurut Tjip, orang yang bersalah tetap bersalah. “Apa jadinya negara ini kalau nggak bayar pajak,” kata Tjiptardjo.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…