Sabtu, 27 Maret 2010 15:17 WIB Tokoh Share :

Dian Sastro sedih tak dipingit

Pingit untuk calon mempelai wanita adalah sebuah tradisi bagi masyarakat Indonesia. Namun Dian Sastro mengaku sedih karena kesibukannya ia tak bisa dipingit. Padahal Mei mendatang Dian bakal menikah dengan Indraguna Sutowo, anak konglomerat Ibnu Sutowo.

“Mungkin kalau orang lain menjelang pernikahannya dipingit. Sebenarnya saya pengin banget dipingit selama satu bulan seperti orang dulu. Tapi empat hari sebelum menikah masih ada syuting untuk salah satu produk,” terang Dian saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (26/3) petang.

Meski sedih tak bisa dipingit, namun Dian mengaku senang masih bisa melakukan puasa. Ia berharap dari puasanya itu ia diberikan berkah, keselamatan dan kelancaran saat pernikahan.

“Kemarin saya melakukan puasa. Dari Maret saya melakukan puasa,” ujar Dian

Untungnya, segala persiapan untuk pernikahan dengan Indraguna Sutowo yang rencananya berlangsung pada 1 Mei 2010 itu sudah hampir beres semua.

“Alhamdullilah, semuanya sudah beres dan sudah ketahuan semuanya. Jadi tinggal bayar-bayarannya saja,” tambah bintang fil Ada Apa dengan Cinta ini.

Selain itu menjelang pernikahan, Dian juga sibuk mengurus diri. Salah satunya yang menjadi perhatian adalah urusan rambut.

“Saya memang banyak banget melakukan perawatan, khususnya rambut. Apalagi jenis rambut saya tipis dan gampang rontok. Di hari pernikahan saya nanti saya akan menggunakan konde jawa sanggul full, dan itu dilakukan di beberapa acara dan saya sudah deg-degan,” tuturnya.

Dian mengaku sangat deg-degan menjelang pernikahannya. Selain grogi membayangkan pernikahan, Dian juga deg-degan karena ia tengah menyelesaikan kuliah dan kontrak-kontrak kerja yang tengah dijalaninya. Akibatnya, perawatan tubuh seperti luluran tidak sempat Dian lakukan

“Saya tidak sempat melakukan hal itu karena saya sibuk sekali. Sebab pekerjaan secara rutin tidak saya tinggalkan sama sekali. Proyek-proyek menjadi brand ambasador pun saya tidak tinggalkan, syuting pun saya tetap berjalan,” tutur Dian.

inilah/rif

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…