Sabtu, 27 Maret 2010 09:09 WIB News,Internasional Share :

Australia keluarkan travel warning ke Aceh

Canberra–Pemerintah Australia kembali mengeluarkan travel warning kepada warganya untuk bepergian ke Indonesia. Namun travel warning tersebut cuma ditujukan ke Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

Departemen Luar Negeri Australia, seperti dilansir news.com.au, Sabtu (27/3/2010) resmi mengeluarkan travel warning ke Aceh karena daerah tersebut dianggap tidak aman lantaran banyaknya teroris yang ditangkap.

Disebutkan, kondisi keamanan di Aceh masih mengkhawatirkan akibat ulah para teroris yang masih merongrong di bumi Serambi Mekah itu.

“Kami meminta agar kalian memperhatikan situasi yang berbahaya jika bepergian ke Aceh,” demikian saran yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Australia.

“Polisi telah mempublikasikan sejumlah tersangka teroris yang masih berkeliaran mencari target warga negara asing di Aceh. Polisi juga telah meningkatkan kewaspadaan terhadap organisasi-organisasi internasional di Aceh,” demikian bunyi peringatan tersebut.

Pemerintah Australia tercatat sebagai negara yang sering mengeluarkan travel warning kepada warga negaranya yang hendak bepergian ke Indonesia. Hal inilah yang sering memicu terjadinya ketegangan kedua negara sahabat yang bertetangga ini.

Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan berkunjung ke Australia pada 9-10 Maret lalu, masalah travel warning juga dipertanyakan oleh jurnalis Indonesia kepada PM Kevin Rudd. Saat itu, Kevin menjawab masalah travel warning tidak serta merta diputuskan oleh pemerintah Australia. Tetapi telah dikaji oleh lembaga independen.

Dalam kesempatan itu pula, Presiden SBY bercerita bahwa saat travel warning diberlakukan oleh pemerintah Australia ke Indonesia, mantan Perdana Menteri John Howard malah bertandang ke Pulau Bali.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…