Sabtu, 27 Maret 2010 18:14 WIB News Share :

API minta pemerintah tunda kenaikan TDL

Pekalongan–Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Cabang Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), mengaku khawatir adanya rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) karena akan menambah beban biaya produksi perusahaan.

Ketua Asosiasi Pertekstilan (API) Cabang Kota Pekalongan Anis Sungkar, Sabtu (27/3), di Pekalongan mengatakan, kenaikan TDL dipastikan akan mempengaruhi kondisi usaha pertekstilan karena saat ini pengusaha juga harus dihadapkan dengan produk China di pasaran.

“Jujur saja, kami keberatan dengan adanya rencana kenaikan TDL. Seyogianya pemerintah bisa menunda kenaikan TDL itu karena saat ini pengusaha juga dihadapkan dengan persaingan produk asal China,” katanya.

Ia mengatakan, seharusnya PT PLN bisa mencari terobosan baru untuk menekan biaya operasionalnya sehingga tidak perlu menaikan TDL yang dampaknya akan merugikan pelaku usaha kecil dan menengah.

Selain itu, katanya, PT PLN juga harus memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan yang selama ini mengeluh adanya denda keterlambatan pembayaran tagihan rekening listrik dan biaya penambahan daya yang cukup mahal.

“Kami yakin rencana kenaikan TDL akan berdampak cukup luas bagi pelaku usaha sehingga seyogianya ditunda dahulu,” katanya.

Juru Bicara PLN Kota Pekalongan Azairin Asral membenarkan adanya rencana pemerintah untuk menaikkan TDL.

“Kenaikan TDL merupakan kebijakan pemerintah dan kami hanya menjalankan aturannya saja,” katanya.

Ia mengatakan, PT PLN telah menerapkan batas akhir pembayaran rekening listrik yang sebelumnya pada tanggal 10 kini mundur menjadi tanggal 20.

“Sebenarnya, PLN telah memberikan keringanan batas akhir pembayaran tagihan rekening listrik. Namun, untuk biaya keterlambatan tentunya akan disesuaikan dengan tarif yang ada,” katanya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…