Sabtu, 27 Maret 2010 20:44 WIB News Share :

ANTV bantah lakukan PHK massal

Jakarta— Sekretaris Perusahaan ANTV, Neil Tobing, membantah adanya rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap pekerja media yang tergabung dalam Serikat Karyawan ANTV untuk Kemajuan. Dia membantah isi keterangan pers yang disiarkan Lembaga Bantuan Hukum Pers.

“Rencana ‘PHK massal’ itu tidak ada,” bunyi pesan singkat yang dikirim Neil, Sabtu (27/3). “Rilis LBH Pers sepertinya diperoleh dari satu pihak saja.”

Seperti diketahui, LBH Pers menyebar keterangan resminya yang mengecam dan menolak rencana PHK massal oleh manajemen ANTV terhadap pekerja media yang tergabung dalam Serikat Karyawan ANTV untuk Kemajuan. LBH Pers meminta agar ada tolak ukur yang jelas dan menuntut manajemen ANTV menghargai hak-hak pekerja dalam menjalankan hak berserikat.

“Sunguh hal ini merupakan tindakan yang tidak manusiawi, seharusnya di saat perusahaan sedang bersuka cita karena ulang tahun pekerja diberi hak dan bonus atas kinerjanya,” seru LBH Pers.

Rencana PHK di ANTV itu digabungkan oleh LBH Pers dengan kasus Budi Laksono dari Suara Pembaharuan dan perjuangan Serikat Karyawan Indosiar yang disebutnya sedang menghadapi upaya pemberangusan.

“Upaya pemberangusan atau antiberserikat yang dialami pekerja media di Serikat Karyawan ANTV untuk Kemajuan, Serikat Pekerja Suara Pembaharuan, dan Serikat Karyawan Indosiar merupakan tindakan yang menurut Undang-undang Ketenagakerjaan bisa dikategorikan sebagai perbuatan pidana,” kata LBH Pers.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…