Jumat, 26 Maret 2010 20:25 WIB News Share :

Tengah cari rumput, pantat kena peluru nyasar

Purworejo–Warga Desa Pekutan, Kecamatan Bayan, Winarto, 42, terkena peluru nyasar dari aparat TNI yang sedang berlatih di lapangan tembak Sekip Bayan, Kamis (25/3) petang. Winarto terluka di bagian pantat dan masih dirawat di RS Palang Biru, Kutoarjo.

Ditemui Harian Jogja di rumah sakit, Jumat (26/3), Winarto masih terbaring lemah. Meski dalam kondisi sadar, ia enggan memberikan keterangan kepada wartawan yang datang menemuinya.

Menurut keluarganya, saat kejadian Winarto sedang merumput meski sebelumnya sduah diperingatkan aparat desa untuk tidak mendekat lokasi latihan.  Beruntung jaraknya tergolong jauh sehingga peluru tidak menghujam terlalu dalam.

Hasil rontgen dokter menunjukkan proyektil yang masuk tidak terlalu dalam dan bisa diangkat dengan operasi. “Hari ini akan langsung di operasi,” ujar salah seorang kerabat yang menungguinya.

Sementara itu kepada wartawan, Kabag Latihan Rindam IV Diponegoro Letkol Inf Djoko Suprapto membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun ia mengatakan kejadian itu murni musibah bukan karena kesengajaan.

Pihaknya sudah sesuai prosedur, yakni sebelum latihan dimulai telah memberitahukan kepada kepala desa setempat, dalam hal ini Desa Pekutan yang mewilayahi lapangan tembak Sekip Bayan. Pihak desa pun juga sudah mensosialisasikan adanya latihan kepada warga.

Kegiatan latihan sendiri berlangusng sejak Rabu (17/3) hingga Rabu (31/3). Dengan protap yang dijalankan, kawasan latihan dijamin sudah steril. Namun diluar dugaan, ternyata ada warga yang masuk ke lokasi.

“Winarto terkena peluru yang memantul pada Kamis (25/3) petang sekitar pukul 15.50 WIB. Korban langsung dilarikan ke RS Palang Biru Kutoarjo untuk mendapat perawatan,” kata Djoko.

Dia menambahkan untuk biaya pengobatan, operasi dan perawatan sampai sembuh akan ditanggung sepenuhnya oleh Rindam IV Diponegoro.

Djoko menjelaskan peluru yang nyasar dan megenai korban diduga peluru dari senjata api jenis pistol. Saat kejadian, jarak Winarto sebenarnya sudah cukup jauh sekitar satu kilometer dari titik penembakan. Insiden itu menurut Djoko merupakan kejadian pertama.

JIBI/Harian Jogja

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…