Jumat, 26 Maret 2010 17:26 WIB News,Pendidikan Share :

Kebocoran terbongkar, UN dua SMA di Medan diulang

Jakarta–Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan menggelar Ujian Nasional (UN) Pengganti di SMAN 2 Medan dan SMA Indrapura Medan pada 5 April mendatang. Hal itu dilakukan menyusul terbongkarnya kebocoran soal UN di dua SMA tersebut.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Djaali, mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan UN di dua SMA tersebut. Ia mengatakan, peserta UN di dua SMA tersebut menjawab soal dengan hampir seragam.

“Dari 50 soal, 39 jawaban benar, 11 sisanya salah. 9 Dari 11 jawaban yang salah, jawabannya sama semua,” kata Djaali dalam jumpa pers, di kantor Kemendiknas, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (26/3).

Khusus di SMAN 2 Mendan, kata Djaali, jawaban yang hampir sama itu terdapat pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Biologi, untuk kelas IPA. Sementara untuk kelas IPS, Bahasa Indonesia dan Sosiologi. Di SMA favorit di Medan itu terdapat 382 peserta UN dari IPA dan 78 dari IPS.

“Seberanya kalau tidak ada jawaban yang beredar, atau kunci jawaban palsu, saya yakin lulus semua. Jadi sangat disayangkan ada kunci jawaban yang beredar. Padahal tidak semuanya valid,” kata Djaali.

Untuk UN Pengganti ini, Djaali mengatakan, pihaknya akan menggunakan paket soal cadangan dan sudah mempersiapkan pelaksanaannya.

Selain itu, Kemendiknas juga akan menggelar UN Susulan di SMKN Singaraja dan SMK Nusa Dua di Lombok Barat pada 29 Maret-1 April mendatang. Hal itu menyusul tertukarnya soal di dua sekolah tersebut.

“Harusnya soal matematika untuk SMK pariwisata diberi soal SMK jurusan teknik. Itu kesalahnya murni dari percetakan,” kata Djaali.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…