Jumat, 26 Maret 2010 14:24 WIB Wonogiri Share :

Kapal pesiar akan lengkapi wisata di WGM

Wonogiri (Espos)–Kapal pesiar yang saat ini sedang dalam proses pembuatan oleh salah satu investor Kota Gaplek untuk meramaikan wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM), menurut rencana dilengkapi dengan ruang pertemuan.

Untuk itu, kapal yang semula direncanakan sepanjang 17 meter, ditambah sepanjang dua meter menjadi 19 meter.

Investor pembuat kapal tersebut, Darmanto, kepada wartawan di lokasi pembuatan kapal di Kompleks Obyek Wisata WGM, Jumat (26/3), mengungkapkan, saat ini proses pembuatan kapal wisata itu sudah mencapai 30%. Direncanakan, kerangka kapal itu akan mulai diturunkan ke air pada awal April 2010 untuk kemudian melanjutkan pengerjaan di atas air.

“Saat ini pengerjaan baru sampai pada lunas kapal untuk ruang mesin. Pada awal April diperkirakan selesai dan memasuki tahap pembangunan lantai II untuk penumpang, yang bisa dikerjakan di atas air,” jelasnya.

Darmanto menambahkan, atas permintaan beberapa kalangan, kapal wisata itu akan dilengkapi dengan ruang pertemuan yang bisa disewakan untuk rapat-rapat dan sebagainya. Untuk itu, pihaknya bakal menambah panjang badan kapal dari semula yang direncanakan hanya 17 meter menjadi 19 meter. Namun, lebarnya tetap sama, yaitu 3,75 meter dan tinggi tujuh meter atau tiga lantai.

Meski ada penambahan panjang badan kapal tersebut, Darmanto mengatakan hal itu tidak akan begitu berpengaruh pada anggaran yang dibutuhkan. Dia mengungkapkan, anggaran yang disediakan untuk pembuatan kapal itu hingga selesai adalah sekitar Rp 500 juta.

Darmanto menargetkan, kapal wisata itu akan selesai pembuatannya akhir April mendatang dan dilakukan soft launching sekaligus sebagai uji coba pada pekan pertama Mei. Selanjutnya, grand launching akan dilakukan pada 19 Mei 2010 bersamaan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Wonogiri.

shs

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…