Jumat, 26 Maret 2010 20:07 WIB News Share :

Gubernur
sinergi Soloraya hanya kata-kata, sulit terwujud

Semarang (Espos)–Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Bibit Waluyo menyatakan, upaya sinergi kabupaten/kota di wilayah Soloraya untuk memajukan perekonomi setempat akan sulit terwujud.

Pasalnya, lanjut Gubernur semuanya masih berpusat di Solo, contohnya  sektor pariwisata, meskipun turis mancanegara telah diajak berkeliling mengunjungi obyek wisata di Karanganyar, Sragen, Wonogiri dan lainnya menginapnya tetap di hotel berada di Solo.

“Dengan kondisi ini pemerintah kabuputen (Pemkab) Karanganyar, Sragen, Wonogiri merasa tak ada manfaatnya bersinergi dalam Soloraya, karena tak mendapatkan bagian,” kata Bibit ketika ditemui wartawan seusai salat jumat di mesjid sekitar kantor gubernuran di Kota Semarang, Jumat (26/3).

Menurut Gubernur, slogan Soloraya hanya sebatas kata-kata saja, tapi pelaksanaannya sulit terwujud. Kondisi ini berbeda dengan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) yang bisa berjalan baik, karena saling menunjang.

“Soloraya hanya sebatas kata-kata saja, pelaksanannya sulit sekali,” tandasnya.

Saat ditanyakan kemungkinan wilayah Soloraya menjadi provinsi sendiri, lepas dari Provinsi Jateng, Bibit secara tegas menyatakan tak mendukung gagasan tersebut.

oto

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…