Jumat, 26 Maret 2010 18:04 WIB News Share :

BBPOM sita ratusan ribu jamu ilegal senilai Rp 3,5 M

Semarang (Espos)–Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, menyita ratusan ribu sachet jamu ilegal mengandung bahan kimia dari beberapa perusahaan jamu di Cilacap senilai Rp 3,5 miliar.

“Ini merupakan hasil razia pada 24-25 Maret lalu, di beberapa lokasi perusahaan jamu di Cilacap,” kata Kepala BBPOM Semarang Supriyanto Utomo kepada wartawan di Semarang, Jumat (26/3).

Pabrik jamu (PJ) yang dirazia yakni SM berlokasi di Gentasari, Kroya, PJ GS Karangjati, Sampang, dan rumah produksi jamu di Gentasari, Kroya.

Dari tiga lokasi itu, sambung Supriyanto, berhasil disita barang bukti
berupa produk jamu bahan kimia obat (BKO) dan produk jamu tanpa izin edar (TIE) sebanyak 90 karton terdiri dari 18 item, kemasan 571.090 sachet.

Jenis jamu itu antara lain, obat asam urat pengapuran, serbuk manjur “Rapat Ayu”, jamu tradisional “Serbuk Manjur”, jamu sehat stamina “Setia Raga”, serbuk manjur Rumrat, serta lainnya.

Jamu tersebut mengandung beberapa obat kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia, yakni antalgin, theophyllin, dan CTM.

“Kandungan ini memang bisa menyembuhkan penyakit, tapi bila dikonsumsi terus menerus dalam jangka panjang bisa menyebabkan pendarahan lambung, gangguan darah, serta merusak liver, dan ginjal,” paparnya.

Selain jamu, juga disita bahan pengisi berjumlah enam karton terdiri dari 35 item, kemasan 350 roll dalam 310 karton; serta 15 buah mesin produksi.

“Total jumlah barang bukti yang disita mencapai empat truk. Kami juga mengamankan dua gudang jamu,” ujar Supriyanto.

Sedang pemilik tiga perusahaan jamu tersebut, lanjut ia, dijadikan tersangka masing-masing RYT pemilik PJ SM, IHW pemilik PJ GS, dan ES pemilih rumah produksi jamu di Gentasari.

Terpisah Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi BBPOM Semarang, Diah Hetty mengungkapkan masih maraknya peredaran jamu ilegal karena permintaan dari masyarakat selaku konsumen juga tinggi.

oto

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…