Internet
Jumat, 26 Maret 2010 16:02 WIB Sport Share :

Agum Gumelar tolak jadi ketua PSSI

Jakarta–Mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar menolak jika dirinya diajukan kembali menjadi Ketua Umum PSSI untuk menggantikan Nurdin Halid yang masa kerjanya berakhir 2011 nanti.

“Saya sudah pernah menjadi Ketua Umum PSSI. Selama kepemimpinan saya timnas sepak bola juga mengalami kegagalan,” katanya di sela persiapan Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) di Kantor Menpora Jakarta, Jumat (26/3).

Agum Gumelar memimpin PSSI periode 1999-2003. Pada masa kepemimpinannya timnas sepak bola Indonesia juga mengalami pasang surut seperti yang terjadi saat ini. Namun demikian, prestasi sepak bola Indonesia lebih membanggakan dibandingkan saat ini.

Selama kepemimpian mantan Danjen Kopassus itu, timnas Indonesia pernah masuk babak final Piala Tiger tahun 2000 dan 2002. Dengan kegagalan itu dirinya tidak mau dicalonkan lagi menjadi Ketua Umum PSSI.

“Saya sudah tua dan pernah gagal. Jadi saya tidak ingin maju lagi seperti yang banyak orang kemukakan. Jika diminta membantu PSSI saya siap,” katanya menambahkan.

Wacana Agum Gumelar dicalonkan menjadi Ketua Umum PSSI mencuat setelah banyak kalangan menilai kepemimpinan Nurdin Halid saat ini gagal. Timnas Indonesia yang selama ini langganan masuk putaran final Piala Asia juga gagal. Dan puncaknya timnas Indonesia di SEA Games kalah dari tim yang selama ini dianggap remeh yaitu Laos.

Gagalnya timnas Indonesia pada ajang internasional membuat beberapa kalangan prihatin termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dengan kondisi ini maka digelar KSN di Malang Jawa Timur 30-31 Maret 2010.

Kegiatan yang melibatkan seluruh unsur mulai dari Kemenpora, PSSI, KONI, PWI, tokoh masyarakat dan mantan pemain ini diharapkan mampu mencari solusi demi peningkatan prestasi sepak bola Indonesia.

“Pada KSN akan diperoleh rekomendasi. Rekomendasi itu harus direspon oleh PSSI. Soal sanksi jika PSSI tidak menjalankan rekomendasi akan dibahas selanjutnya,” katanya menjelaskan.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PKG 39, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pribumi dalam Kuasa Kata

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (26/10/2017). Esai ini karya Aris Setiawan, pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah segelas.kopi.manis@gtmail.com.  Solopos.com, SOLO–Pada 19 juli 1913 terbit artikel berjudul Als ik een Nederlander was (Andai Saya…