Kamis, 25 Maret 2010 08:45 WIB News Share :

Waspadai adu domba elite di NU

Makassar— Peserta Muktamar ke 32 Nahdlatul Ulama (NU) 2010 di Makassar diminta mewaspadai upaya eksternal. Terutama yang mengindikasikan untuk melemahkan kekuatan NU dengan menciptakan perselisihan internal.

“Waspadai upaya pihak-pihak yang ingin meminggirkan gerakan Islam penuh damai dan toleran,” kata mantan Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU, Lukman Hakim Saefudin, Kamis (25/3).

Menurut Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU tahun 1993-1996 ini, upaya yang mencurigakan itu dikhawatirkan dapat merusak NU.

Caranya, “Justru lewat konflik elitenya,” ujar Wakil Ketua MPR ini. Lukman menduga, cara pihak-pihak yang punya agenda memecah belah kiai NU itu adalah dengan saling membenturkan kiai-kiai NU.

“Dengan membuat kubu-kubuan dalam pemilihan Rois Am dan Ketua Umum PBNU di Muktamar NU,” kata Lukman.

Oleh karena itu, Lukman mengharap kearifan dan kewaspadaan kyai dan para kandidat masih sangat diperlukan. Hal ini penting untuk menangkal anasir jahat pihak-pihak diluar NU.

Sebab, negara dan bangsa Indonesia akan ikut rugi bila NU menjadi lemah akibat konflik internal. “Soliditas NU ke depan diuji melalui kearifan elitenya dan kematangan muktamirin dalam pemilihan pemimpin NU saat ini,” kata Lukman.


vivanews/rif

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…