Kamis, 25 Maret 2010 19:42 WIB Boyolali Share :

Polisi bekuk kawanan perampok bersenjata

Boyolali (Espos)–Jajaran Polres Boyolali berhasil membekuk kawanan perampok bersenjata api (Senpi). Tiga tersangka ditangkap petugas beserta sejumlah barang bukti (BB), di antaranya dua Senpi rakitan serta beberapa butir peluru aktif.

Tiga tersangka perampok yang kini ditahan di Mapolres Boyolali adalah Joko Susilo, 31, warga Dukuh Mulyosari, Desa Clunthang, Kecamatan Musuk, Boyolali serta dua temannya,  Harun Mecurung, 33 dan Salim Sengaji, 33, keduanya warga Desa Segunungsugih Besar, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur.

Kapolres Boyolali, AKBP Agus Suryo Nugroho saat ditemui wartawan di Boyolali, Kamis (25/3), mengemukakan penangkapan tiga tersangka bermula dari laporan Kim Sung Hak, warga Korea Selatan (Korsel) yang menjadi korban aksi perampokan ketiga pelaku pada Jumat (12/3) malam lalu.

Modus perampokan di rumah Kim Sung Hak yang bekerja sebagai quality control di PT Dian Perkasa Mulya di Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali itu, dilakukan dengan berpura-pura bertamu ke rumah dan menawarkan kayu.

Namun tiba-tiba dua tersangka, yakni Harun dan Salim, mengeluarkan pistol rakitan dan langsung menodongkan ke korban. Sementara satu tersangka lainnya, Joko, membekap korban dari belakang.

Korban sempat berusaha melawan dan berteriak minta tolong. Namun para tersangka itu berhasil merampas dan membawa kabur kalung emas seberat 25 gram senilai Rp 7 juta yang saat itu dipakai korban.

“Setelah mendapatkan laporan kejadian tersebut, kami segera melakukan penyelidikan. Berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan para saksi, pelakunya mengarah ke ketiga tersangka ini. Korban mengaku sempat mengenali salah satu tersangka, Joko, yang dulu pernah melamar kerja di pabrik mebel PT Dian Perkasa Mulya tersebut,” ujar Kapolres yang didampingi Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Asnanto.

Dari laporan itu, petugas kemudian mengembangkan penyelidikan dan diketahui ketiga tersangka juga merupakan tersangka pencurian dengan pemberatan (Curat) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri, Desa Ringinlarik, Kecamatan Musuk.

Bertolak dari situ, petugas pun merancang penangkapan. Awalnya, yang ditangkap adalah Harun dan Salim. Selanjutnya, Joko berhasil dibekuk di rumahnya.

“Dua tersangka berhasil kami bekuk saat hendak pulang ke rumah Joko seusai nonton wayang. Sementara Joko, ditangkap di rumahnya,” papar Kapolres.

Dari penangkapan tersebut, petugas juga berhasil menyita dua unit CPU computer, dua unit monitor, satu printer, satu unit televisi merk LG 29 inchi, satu sound dan uang infak Rp 204.000, yang merupakan hasil kejahatan para tersangka di MTs Negeri Ringinlarik.

Barang-barang tersebut disembunyikan di pogo (tempat menyimpan hasil bumi) yang ada di rumah Joko. Selain itu, petugas juga berhasil menyita kalung emas yang dirampas tersangka dari Kim Sung Hak.

Dari pengakuan para tersangka, dua Senpi berupa pistol rakitan jenis revolver berikut amunisinya yang disembunyikan di septiktank, akhirnya ditemukan petugas. Satu pucuk pistol dengan silinder lima lubang berikut empat butir peluru. Satu pucuk pistol lainnya dengan silinder enam lubang berikut lima butir peluru. Selain itu, dua pisau badik yang digunakan tersangka saat membobol MTs Ringinlarik juga ikut diamankan.

sry

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…