Kamis, 25 Maret 2010 17:42 WIB Solo Share :

PKS indikasikan ada dugaan money politics pada Pilkada

Solo (Espos)–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo mengindikasikan adanya dugaan money politics dalam kasus menyeberangnya sejumlah simpatisan partai itu ke pasangan Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi (Wi-Di).

“Kami melakukan investigasi di lapangan dan bertemu langsung dengan yang bersangkutan. Setelah penelusuran itu ada fakta menarik yaitu dia direkrut oleh tim sukses Wi-Di dan diminta mengumpulkan KK (kartu keluarga) yang arahnya money politics,” ungkap Ketua DPD PKS Solo Sugeng Riyanto dalam jumpa pers di Hidayat Nur Wahid (HNW) Center, Manahan, Banjarsari, Kamis (25/3).

Dia mengatakan, dari tiap KK yang dikumpulkan, yang bersangkutan mendapatkan uang Rp 5.000/KK. Sedangkan untuk warga yang menyerahkan KK akan mendapatkan Sembako senilai Rp 30.000 saat menjelang pemilihan walikota.

Sugeng menjelaskan, jika ada simpatisan PKS yang memiliki pemikiran lain dari garis partai ada dua kemungkinan yaitu belum mendapatkan sosialisasi dan faktor kedua adalah faktor uang.

“Dalam kasus ini saya menilai ini faktor uang. Sedangkan sosialisasi itu menjadi tanggungjawab kami untuk memberikan penjelasan kepada konstituen mengapa mendukung Jo-Dy termasuk landasan syariahnya,” papar Sugeng.

Dalam kesempatan itu, dia juga menegaskan, struktural PKS mulai dari DPD hingga kelurahan dan kader terbina PKS akan tetap solid mendukung Jo-Dy.

dni

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…