Kamis, 25 Maret 2010 22:39 WIB Pendidikan Share :

Lembar jawab tercecer di tempat sampah, ketua panitia UN bantah

Solo (Espos)–Sejumlah siswa SMAN 1 Solo mengaku resah pada penyelenggaraan ujian nasional (UN) menjelang hari terakhir ini, menyusul adanya indikasi lembar jawab ujian nasional (LJUN) yang tercecer.

Berdasarkan yang dihimpun Espos di lapangan, kabar tercecernya lembar jawab tersebut telah merebak di lingkungan SMAN 1 Solo Rabu, (25/3). Sejumlah siswa mengaku resah dan bertanya-tanya kenapa lembar jawab tersebut dapat tercecer.

Menurut sumber Espos, yang merupakan siswa di SMAN 1 Solo, ketika itu pada saat ujian Matematika salah seorang guru sekolah masuk ke ruang kelas dan tengah bercakap-cakap dengan pengawas ruang.

Dia mengatakan, tidak lama kemudian seorang guru tersebut terlihat sedang mencari sesuatu di keranjang sampah yang terletak di dalam kelas, kemudian dia menemukan kertas berwarna putih yang diduga LJUN dalam keadaan tidak rapi.

“Saya tidak tahu secara pasti apakah LJK (LJUN-red) itu rusak atau tidak, yang pasti kertas tersebut sudah tidak rapi,” jelasnya ketika dihubungi Espos, Kamis (25/3).

Sementara menurut keterangan siswa lainnya, yang enggan disebutkan namanya, guru tersebut telah melakukan pemeriksaan di masing-masing kelas termasuk di tempat sampah yang berada di dalam kelas. Dia mengaku kawatir apabila hal tersebut merupakan ulah dari pihak yang tidak bertanggungjawab dan merugikan siswa.

Menurutnya, meskipun lembar jawab tersebut telah ditemukan namun demikian siswa merasa tidak tenang melaksanakan ujian.

“Yang jelas kami resah dan kecewa, kok bisa-bisanya lembar jawab tercecer. Padahal untuk ikut ujian kami berusaha untuk dapat maksimal mengerjakannya,” ungkapnya.

Meskipun sejumlah siswa tersebut tidak mengetahui LJUN tersebut merupakan lembar jawab milik salah seorang siswa atau tidak, mereka meminta ada kejelasan dari pihak penyelenggara UN untuk mengusut hal itu.

Sekretaris Panitia UN SMAN 1 Solo, Joko Santoso, ketika dihubungi Espos, memilih tidak menanggapi kabar yang beredar tersebut. Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kebenaran penemuan lembar jawab tersebut di tempat sampah, Joko mengaku tidak mengetahuinya.

Sementara itu, menurut Ketua Panitia UN Kota Solo, Maskuri membenarkan adanya satu lembar LJUN di SMAN 1 Solo yang tercecer. Dia mengatakan, pada hari Selasa pihaknya mendapatkan informasi dari penyelenggara UN di tingkat Provinsi bahwa ada satu lembar jawab yang kurang sehingga tim provinsi meminta panitia UN Kota Solo untuk mengusut hal itu.

Dia mengatakan, lembar jawab yang ditemukan tersebut adalah milik siswa pada pelajaran Bahasa Inggris, untuk selanjutnya pihaknya telah mengirimkan susulan lembar jawab tersebut ke provinsi. Ketika ditanya lebih lanjut penemuan lembar jawab tersebut di keranjang sampah, dia membantahnya.

das

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…