Kamis, 25 Maret 2010 18:20 WIB News Share :

Cegah terorisme, PWNU Jateng bentuk KAR

Semarang (Espos)–Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng membentuk kelompok anak ranting (KAR) guna mengantisipasi adanya teroris di kalangan umat Islam di pedesaan.

“KAR dibentuk di setiap desa, dengan ketua adalah imam mesjid setempat,” kata Wakil Ketua PWNU Jateng, Najahan Musyafak ketika dihubungi di Semarang, Kamis (25/3).

Menurut ia, saat ini telah dibentuk sekitar 1.500 KAR di seluruh Jateng. Jumlah ini akan terus ditingkat sampaikan seluruh desa nantinya terbentuk kelompok tersebut.

Lebih lanjut Najahan menyatakan, dengan adanya KAR ini lanjut ia, nantinya warga NU bisa mengantisipasi sejak awal keberadaan teroris di kalangan umat muslim di pedesaan.

Pasalnya selama ini pelaku teroris kerap menggunakan sarana mesjid-mesjid sebagai pintu masuk untuk menyebarluaskan paham terorisme dan merekrut anggota baru melalui kegiatan dakwah serta pengajian.

“Jadi bila nantinya ada seseorang yang akan menyebarkan paham terorisme melalui pengajian dan dakwah di mesjid bisa diketahui sejak awal oleh imam mesjid yang juga ketua KAR,” ujarnya.

Sehingga, sambung ia, pengurus NU di daerah dengan berkoordinasi aparat kepolisian dan TNI dapat segera melakukan langkah pencegahan sebelum berkembang lebih jauh merekrut anggota umat Islam.

oto

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…