Kamis, 25 Maret 2010 17:27 WIB Klaten Share :

Alih fungsi lahan pertanian di Jateng capai 2.500 Ha/tahun

Klaten (Espos)–Pengalihfungsian lahan pertanian produktif di Provinsi Jawa Tengah setiap tahun mencapai luasan 2.000-2.500 hektare. Kondisi tersebut dinilai cukup menghawatirkan lantaran bisa berdampak pada penurunan produksi pangan lokal.

Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Jateng, Ir Bowo Suryoko, di sela-sela Rakor Ketahanan Pangan Kabupaten Klaten, Kamis (25/3), di Ruang B2 Kompleks Setda Klaten, mengatakan, saat ini lahan pertanian yang masih terjaga kelestariannya di Jateng sekitar 2 juta hektare.

Menurutnya, luasan lahan subur itu mutlak dipertahankan supaya ketersediaan pangan lokal tetap terjaga.

“Setiap tahunnya terjadi pengalihfungsian 2.000-2.500 hektare lahan subur untuk permukiman, jalan tol, lapangan olahraga, industri dan sebagainya. Ke depan, hal ini harus dikendalikan dengan komitmen semua pihak,” jelasnya

Dia menuturkan, meskipun Peraturan Pemerintah (PP) untuk melaksanakan UU No 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pangan Berkelanjutan hingga sekarang belum terbit, namun Pemprov serta DPRD Jateng sudah ancang-ancang menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Lahan Pangan Berkelanjutan.

Dikatakan Bowo, produksi pangan, khususnya padi di Jateng setiap tahun sekitar sembilan juta ton. Dengan hasil tersebut, ada surplus beras sebanyak 2,6 juta ton. Agar ketersediaan pangan tetap terjaga baik kualitas maupun kuantitasnya, kata dia, idealnya lahan pertanian berkelanjutan tersedia minimal 1,5 juta hektare.

Sementara, Dekan Fakultas Pertanian UNS, Prof Dr Ir Suntoro MS dalam pemaparannya mengatakan, sektor petanian di Klaten dilingkupi berbagai permasalahan seperti ancaman degradasi kesuburan lahan akibat bencana, praktik galian C, pengambilan tanah untuk batubata, minimnya pemuda tani, lemahnya permodalan dan jaringan pemasaran dan sebagainya.

rei

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…