Kamis, 25 Maret 2010 13:50 WIB News Share :

Akibat tanggul jebol, jalur Purwodadi-Boyolali terputus

Grobogan (Espos)–Jebolnya tanggul Sungai Jajar Baru di Desa Anggaswangi Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, tidak hanya merendam ratusan rumah warga dan areal pertanian di Desa Anggaswangi, Kemloko dan Guci, tapi juga memutus jalur transportasi Purwodadi-Boyolali.

Bahkan hingga Kamis siang (25/3), jalan di Desa Anggaswangi yang menghubungkan Kecamatan Godong, Grobogan-Juwangi, Kabupaten Boyolali masih ditutup untuk semua jenis kendaraan. Karena masih tergenang air setinggi 75 cm.

Menurut keterangan warga, jebolnya tanggul Sungai Jajar Baru cukup mengejutkan. Karena, tanggul sungai tersebut baru saja diperbaiki akhir Februari 2010 oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng.

“Hujan di sini tidak begitu deras. Namun di daerah hulu Pegunungan Kendeng Selatan wilayah Kecamatan Karangrayung, Grobogan, dan Juwangi Kabupaten Boyolali, hujan deras sehingga volume air meningkat,” jelas Kades Anggaswangi, Dwi Sulistyo BA.

Karena volume air yang datang arah hulu melebihi batas, lanjut Dwi, akhirnya tanggul Sungai Jajar Baru kembali jebol. “Tanggul jebol lebarnya 20 meter, bukan 40 meter,” ujar Kades Dwi meralat data lebar tanggul jebol.

“Kami mohon kepada Balai PSDA Jateng untuk secepatnya mengatasi hal ini, karena tidak mungkin kami bersama warga bisa mengatasi tanggul jebol,” ujarnya


rif

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…