Kamis, 25 Maret 2010 20:40 WIB Ekonomi Share :

AEC 2015, pemerintah optimalkan peran industri jasa

Solo (Espos)–Indonesia akan mengoptimalkan peran industri jasa untuk menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) tahun 2015 mendatang yang merupakan pintu perdagangan bebas regional se-ASEAN.

Demikian disampaikan Direktur Kerjasama Multilateral Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementrian Perdagangan RI, Ir Sondang Anggraeni MA, saat ditemui wartawan di sela-sela diskusi ilmiah yang mengambil tema Sistem Perdagangan Internasional di Unisri Solo, Kamis (24/3).

“Jadi, jika nanti pintu perdagangan bebas di ASEAN benar-benar bisa dibuka, Indonesia tidak hanya bersaing produk atau barang, tetapi sektor jasa juga diharapkan bisa bersaing, seperti sektor transportasi dan sektor pengiriman barang,” tuturnya.

Saat ini, diakui Sondang, Indonesia masih dalam tahap penyesuaian setelah perdagangan bebas dengan China melalui ASEAN-China Free Trade Area (AC-FTA) dibuka. Agar gejolak AC-FTA tidak terulang, maka persiapan AEC harus dilakukan sejak awal. Dalam AEC, dari sekitar 8.000 pos tarif, 90%-nya akan dibuka full atau tarif pada kisaran 5% hingga 0%.

Pemerintah mengakui tidak semua produk Indonesia bisa bersaing.
Terkait AEC, Sondang mengatakan bahwa implementasi Indonesia untuk menuju tahun 2015 itu sudah mencapai 80%. Yakni langkah untuk penyesuaian good manufacturing practise (GMP).

Selain itu, pemerintah saat ini juga tengah mempersiapkan untuk proses menyamakan standar-standar barang yang ada.

haw

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….