Rabu, 24 Maret 2010 09:00 WIB News Share :

Satgas minta Polri tunda kasus dugaan pencemaran baik oleh Susno

Jakarta–Satgas Pemberantasan Mafia Hukum meminta proses hukum kasus dugaan pencemaran nama baik dengan tersangka Komjen Pol Susno Duadji, ditunda. Satgas meminta Polri mendahulukan kasus dugaan korupsi pajak yang dihembuskan mantan Kabareskrim tersebut.

“Sebaiknya lapor pengaduan pencemaran nama baik di-pending. Kasus korupsinya dulu. Surat edaran Kepolisian tahun 2005 mengatakan hal yang sama, sebaiknya itu dicermati,” kata Sekretaris Satgas, Denny Indrayana, saat tiba di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (24/3).

Denny bersama jajaran Satgas datang ke Mabes Polri untuk bertemu dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

“Kita akan koordinasikan beberapa pengaduan terkait dugaan praktek mafia hukum yang ada di Satgas di instansi kepolisian,” kata Denny.

Ditanya mengenai adanya kabar Brigjen Pol Raja Erizman juga akan diinterogasi Satgas, Denny tidak mau bekomentar.
“Nanti ada konferensi pers,” elak Denny.

Seperti diketahui, Susno menuding dua  mantan anak buahnya, Brigjen Pol Edmon Ilyas dan Brigjen Pol Raja Erizman, terlibat kasus mafia pajak dengan terdakwa pegawai Ditjen Pajak, Gayus Tambunan. Keduanya lantas mengadukan Susno dan Susno pun ditetapkan sebagai tersangka.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…