Rabu, 24 Maret 2010 16:56 WIB News Share :

RRI Batam dan Metro TV dilarang siaran

Batam–Setelah Radio Era Baru ditutup pihak Balai Monitoring Batam, kini giliran Radio Republik Indonesia (RRI) dan Metro TV juga disegel. Alasan penyegelan RRI dan Metro TV di Batam karena dinilai tidak memiliki izin stasiun radio (ISR).

“Jadi tidak boleh siaran sebelum izin tersebut ada,” kata Kepala Balai Monitoring Batam, Pasmin Perangin-angin, Rabu (24/3).

Untuk Radio Era Baru, total ditutup karena alasan tidak memiliki frekuensi. Frekuensi yang dipakai Era Baru sekarang ini adalah milik orang lain. Sedangkan persoalan RRI di Batam dan Metro TV hanya sebatas ISR tadi.

Kepala Stasiun Radio RRI Tanjung Pinang, Santoso, membenarkan RRI Batam diminta dikosongkan oleh pihak Balai Monitoring Batam. “Pengosongan itu sama dengan disegel,” kata Santoso.

Santoso mengatakan pihaknya telah menerima surat peringatan soal penghentian siaran tersebut. Selain tidak ada izin, frekuensi 90,9 yang kini dipakai RRI Batam telah dipakai Radio Singapura.

Sebenarnya, lanjut Santoso, sebelum RRI Studio Produksi Batam di frekuensi FM 90.6 Mhz itu, telah ada surat kesepakatan antara RRI Tanjungpinang yang membawahi RRI Batam dengan pihak Balai Monitoring Batam.” Jadi agak aneh juga ini,” kata Santoso.

Batas waktu diberikan pihak Balai hingga 29 Maret untuk menyelesaikan surat izin tersebut. Untuk itu, penutupan ini harus ditanggapi serius oleh Direktur RRI di Jakarta.

Kordinator Studio Produksi RRI Batam, Tomi Kuadi Welas, mengatakan RRI Stasiun Produksi Batam merupakan sabuk pengaman informasi di daerah perbatasan.

“Jadi peran RRI di Batam sangat strategis, khususnya memberikan informasi kepada masyarakat di pulau-pulau terpencil. Selama ini masyarakat di pulau-pulau itu hanya mendengarkan siaran radio Singapura,” ujarnya.

Tomi mengatakan pihaknya menerima surat peringatan itu tanggal 18 Maret 2010. Isi surat intinya RRI Stasiun Produksi Batam harus mengosongkan frekuensi yang digunakan saat ini.

“Namun kami masih siaran,” ujarnya Rabu.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…