Rabu, 24 Maret 2010 14:06 WIB News Share :

Polisi endus ada rekayasa dalam kasus markus pajak

Jakarta–Kejanggalan besar dalam kasus markus pajak Rp 25 miliar mulai tercium. Polri mencurigai ada rekayasa kasus yang dilakukan penyidik atau oknum di atas penyidik Polri.

“Kalau itu rekayasa, apakah itu penyidiknya atau pimpinan penyidiknya atau yang lebih besar lagi. Masih ditelusuri,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (24/3).

Edward mengatakan, ada petunjuk dan indikasi ke arah rekayasa tersebut. Namun semuanya masih ditelusuri. Ada manajemen penyidikan internal yang tidak dipatuhi.

“Bahwa ada yang tidak beres, ini masih kita telusuri. Kejanggalan itu seperti tersangka dengan jumlah kecurigaan lebih besar tidak diperiksa,” ungkapnya.

Menurut Edward, kasus ini diajukan ke Jaksa Penuntut Umum dengan pasal kumulatif. Hingga P21 (berkas lengkap), konstruksi kasus tidak berubah dengan menjerat tersangka dengan 3 pasal yakni pencucian uang, korupsi, dan penggelapan.

“Setelah dibawah ke sidang, hanya 1 pasal. Mungkin ada kekuasaan yang lebih besar lagi,” tukasnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT. BUMI AKSARA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….