Rabu, 24 Maret 2010 17:28 WIB Karanganyar Share :

Pemkab mulai bangun jembatan darurat di Jikut

Karanganyar (Espos)–Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Karanganyar membuat jembatan darurat di Jikut menyusul putusnya jembatan utama, awal Maret lalu. Pengerjaan proyek tersebut diperkirakan menelan biaya hingga Rp 135 juta.

Kepala DPU Kabupaten Karanganyar, Didik Joko Bakdono, menyebutkan jembatan darurat bermanfaat untuk penghubung sementara antara Kecamatan Karangpandan, Kerjo, dan Mojogedang. Meski demikian keberadaan sarana itu hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki, sedangkan angkutan penumpang umum dan roda empat atau lebih dialihkan melalui jalur lain.

“Sudah mulai dikerjakan. Alokasi dana yang disediakan Rp 135 juta, mudah-mudahan bisa diselesaikan secepatnya,” ungkapnya ditemui seusai mengikuti sebuah acara di Pendopo Rumah Dinas (Rumdin) Bupati, Selasa (23/3).

Menurutnya, jembatan darurat sangat dibutuhkan masyarakat guna kelancaran mobilitas mereka hingga perbaikan secara permanen direalisasikan Pemkab Karanganyar.

Didik memaparkan, pembangunan Jembatan Jikut setidaknya memerlukan biaya hingga Rp 1,5 miliar. Guna realisasi proyek itu, saat ini Pemkab telah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Informasi yang diterima, sekitar 70% pendanaan pembuatan jembatan baru akan dialokasikan dari bantuan instruksi gubernur (Ingub), sisanya dari APBD setempat.

“Soal realisasi, akan diusulkan Pemkab di APBD Perubahan 2010 Kabupaten Karanganyar. Selain itu pengerjaannya juga akan dibantu Pemrpov Jateng melalui penyaluran Ingub. Jika pengajuan di anggaran perubahan  disetujui, tentu bisa dilaksanakan pada tahun ini juga,” jelasnya .

Terpisah Kepala Desa (Kades) Gondangmanis, Karangpandan, Sulomo, menyambut baik pembuatan jembatan darurat penghubung antarkecamatan di desanya. Hal itu mengingat prasarana itu yang sangat penting untuk membantu kelancaran transportasi dan perhubungan penduduk sekitar.

try

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…