Rabu, 24 Maret 2010 13:42 WIB News Share :

Mahasiswa Muhammadiyah se Indonesia tolak fatwa haram merokok

Malang–Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia menolak fatwa haram merokok yang dikeluarkan Muhammadiyah. Penolakan ini disampaikan dalam unjuk rasa di Alun-alun Kota Malang, Rabu (24/3).

Menurut Koordinator aksi Rudi, fatwa haram rokok bisa mematikan kehidupan buruh rokok yang sebagian besar adalah rakyat kecil. “Buruh rokok bisa di-PHK karena omzet penjualan rokok menurun,” katanya.

BEM menilai kebijakan fatwa haram rokok dikeluarkan tanpa melihat hajat hidup orang banyak. Rudi mengatakan banyak rakyat kecil yang kehidupan perekonomiannya tergantung pada rokok. Mulai dari petani tembakau, petani tembakau, pedagang rokok hingga buruh rokok.

“Ada banyak elemen masyarakat yang hidupnya tergantung dari rokok.”

Karena fatwa haram ini merugikan rakyat kecil, BEM PTM yang sedang menggelar Kongres di Malang sepakat untuk menolak fatwa haram yang dikeluarkan Majelis Tarjih. BEM PTM meminta Mejelis Tarjih PP Muhammadiyan meninjau kembali fatwa haram rokok ini pada Musyawarah Nasional Majelis Tarjih di Universitas Muhammadiyah Malang, awal April mendatang.

Unjuk rasa diikuti sekitar 75 mahasiswa. Aksi dimulai dari Stadion Gajayana Malang menuju Alun-alun Kota Malang dengan berjalan kaki. Polisi mengawal ketat aksi yang berjalan tertib ini.

tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….