Rabu, 24 Maret 2010 20:31 WIB Hukum Share :

Kurir penjual kunci UN dibidik

Solo (Espos)–Jajaran Poltabes Solo terus berupaya membongkar kasus penipuan jual-beli jawaban Ujian Nasional (UN) palsu yang terjadi di daerah Solo. Selain olah TKP, polisi juga membidik kurir penjual UN untuk diperiksa.

Berdasarkan pantauan Espos di lapangan, olah TKP dilakukan sejumlah anggota Satreskrim Poltabes Solo bersama tersangka penipuan jual-beli jawaban UN SMA/SMK palsu tahun 2009/2010, Bayu Fajar Riyadi. Kegiatan itu dimulai pukul 10.25 WIB dan dipusatkan di billing nomor 7 di Warung Internet (Warnet) Racer Jalan RM Said No 181 Solo, Rabu (24/3).

Tersangka diperintahkan oleh penyidik untuk memperagakan dari awal transaksi, proses download, hingga sesaat menjelang bertemu dengan calon korbannya.

Setelah olah TKP dianggap selesai, polisi mengambil CPU komputer yang ada di Warnet di kompleks Pasar Nongko sebagai tambahan barang bukti (BB). Sepanjang melakukan olah TKP, tersangka bersikap membisu di hadapan wartawan.

“Waktu penggerebekan terjadi, saya pun juga kaget. Karena, saat itu suasana di Warnet sedang ramai. Tiba-tiba, ada lima polisi berpakaian preman masuk ke dalam Warnet dan langsung menangkap seseorang di dalam sini,” jelas seorang penjaga Warnet, Agung Wicaksono saat ditemui wartawan di sela-sela olah TKP dilangsungkan, Rabu (24/3).

Lebih lanjut dia mengatakan, upaya penggerebekan polisi diawali dengan langkah pengintaian di kawasan Warnet sejak sore hari. Praktis, saat dilakukan penggerebekan menjadi tontonan pengunjung Warnet yang ada.

Menurut Kasatreskrim Kompol Susilo Utomo mewakili Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto langkah selanjutnya setelah dilangsungkannya olah TKP, yakni melakukan pemanggilan terhadap kedua kurir, yakni Desta alias Bombom dan Kampret. Di sisi lain, memanggil korban dan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut di hadapan penyidik.

pso

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…