Rabu, 24 Maret 2010 11:51 WIB Tokoh Share :

Kaka
Saya Ditusuk dari Belakang

Imej jauh dari Miras dan Narkoba yang dibangun grup musik papan atas, Slank ternoda. Penyebabnya, foto vokalis Slank, Kaka, terpampang di produk botol minuman keras asal Manado. Kaka yang pernah mengenal si pembuat minuman keras ini tak menyangka akan diperlakukan seperti ini.

“Memang benar ini merusak imej yang sudah dibangun bertahun-tahun dan ini seperti menusuk dari belakang,” kata Kaka.

Dengan kejadian ini, Kaka menekankan kepada Slankers bahwa Slank tidak terlibat apapun dalam pembuatan dan pemuatan foto dalam minuman keras ini. Kaka pun yakin, Slankers mengerti bahwa mereka tidak seperti ini.

“Aku pernah kenal sama ini orang, ada satu kesempatan aku silaturahmi lima tahun lalu. Terus tiba-tiba mengajak ketemu lagi mau cerita sesuatu,” ujar Kaka yang juga didampingi Bimbim, Bunda Ifet dan pengacaranya, Riri Purbasari.

Kaka melanjutkan, pria di Manado berinisial N itu lalu bercerita soal bisnis barunya. Menurut Kaka, N merupakan pegawai satu perusahaan.

“Dan saat itu ada Slanker yang meminta foto bareng. Aku mengiyakan karena dia Slankers,” tegas Kaka.

Sementara, Riri menilai pemuatan sampul depan wajah Kaka ‘Slank’ dianggap menjadi unsur komoditi bagi pihak-pihak tertentu.

“Dalam botol minuman itu ada motto Cawan Mas Soal Rasa Paling Nomor satu, produk sudah jadi, ada tiga rasa, semuanya ada label foto Kaka. Ini jelas ada muatan unsur ekonomi dan tentunya harus ada sanksi ekonominya,” ujar Riri.

Menurut Riri, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan mengambil langkah-langkah hukum.

“Slank punya beban moral ke Slankers, mereka harus meminta maaf. Kami akan lakukan somasi dan mengambil langkah-langkah hukum. Pernah ada pertemuan tapi mereka tidak ada perkataan maaf, jadi kami akan tentukan langkah hukum selanjutnya,” kata dia.


vivanews/rif

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Ada Kabar Hoaks Apa Hari Ini?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (04/01/2018). Esai ini karya Yessita Dewi, penulis cerita pendek dan aktif di Buletin Sastra Pawon. Alamat e-mail penulis adalah yessitadewi@gmail.com. Solopos.com, SOLO—Tung! Tung! Tung! Notifikasi telepon pintar saya berbunyi. Fungsinya sama dengan kentungan,…