Rabu, 24 Maret 2010 23:35 WIB Solo Share :

Jelang eksekusi, pensiunan KA rapatkan barisan

Solo (Espos)–Menjelang eksekusi pengosongan rumah dinas (Rumdin) 31 Maret 2010, pensiunan pegawai Kereta Api (KA) se-Nusantara dan juga se-Solo mulai merapatkan barisan. Selain membentuk kelompok kerja (Pokja), melalui organisasi Persatuan Pensiunan Karyawan Kereta Api (Perpenka) dan Forum Komunikasi Persatuan Pegawai KA (FKPPKA), mereka juga akan mencatat dan melaporkan setiap oknum yang membuat resah mereka.

Salah satu Pengurus Paguyuban Pensiunan Pegawai Kereta Api Penghuni Perumahan Kereta Api (P6KA), Suwito mengungkapkan, saat ini sejumlah pensiunan pegawai KA banyak yang ketakutan menyusul datangnya surat pengosongan Rumdin. Bahkan, sejumlah pensiunan di daerah Yogyarakta, ada yang hingga jatuh sakit mendengar kabar itu.

“Semua pensiunan yang sudah tua dan berpenghasilan rendah tanpa memiliki rumah merasa mendapakatkan teror atas instruksi pengosongan Rumdin,” katanya kepada Espos, Rabu (24/3).

Atas kondisi tersebut, katanya, saat ini Perpenka menginstruksikan kepada keluarga pensiunan yang memiliki saudara penegak hukum, mulai pengacara, kepolisian, atau jaksa agar turut mem-back up permasalahan tersebut.

“Kemudian, setiap pensiunan yang merasa didatangi petugas dari KA agar meminta identitas lengkapnya. Setelah itu, diinstruksikan untuk tak membubuhkan tandatangan apapun jika diminta petugas atau oknum itu,” paparnya.

Menurut Suwito, menjelang eksekusi pengosongan, tindakan-tindakan yang dilakukan oleh oknum tertentu akan sangat mungkin terjadi. Pasalnya, kondisi psikologis pensiunan yang tertekan, akan sangat mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan sepihak.
Hal serupa juga dilontarkan Sekretris P6KA, Mochtadi. Menurutnya, surat peringatan yang dikeluarkan PT KA agar mengosongkan Rumdin mulai 31 Maret 2010 adalah bentuk intimidasi.

asa

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…