Rabu, 24 Maret 2010 16:20 WIB Hukum Share :

Dituding pelihara setan, bapak anak dianiaya warga

Cilacap–Dituding memelihara setan yang merasuki Narsem, 50,  bapak dan anak, H.Sukarja, 85 bersama anaknya, Pardan, 41, warga RT 3/ RW II Desa Gombolharjo, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dianiaya warga.

Sukarja saat ditemui di rumahnya, Rabu (24/3), mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (21/3) malam sehingga sempat trauma dan tak berani menerima tamu.

“Waktu itu ada keluarga Narsem yang datang ke sini dan memaksa saya menerima uang sebesar Rp400 ribu yang dibawanya. Orang itu meminta saya harus menyembuhkan penyakit yang diderita Narsem,” kata dia dalam bahasa Jawa.

Dia mengaku bingung karena merasa tidak memiliki kemampuan untuk mengobati sehingga uang tersebut ditolaknya. Mengenai penyakit yang diderita Narsem, dia mengatakan, konon hal itu disebabkan gangguan syaraf karena kepalanya pernah kejatuhan buah kelapa.

“Namun dia justru seperti orang kesurupan dan keluarganya menganggap Narsem kemasukan setan peliharaan saya karena dia berulang kali menyebut nama saya. Saya tidak mungkin pelihara setan atau tuyul karena saya seorang muslim,” katanya.

Sukarja berusaha menolak tetapi orang itu tetap meninggalkan uang tersebut di atas meja dan menyuruh ayahnya menyembuhkan penyakit Narsem.

“Sesampainya di sana, bapak justru dipaksa harus bisa menyembuhkan Narsem. Padahal bapak tak memiliki keahlian mengobati orang karena bukan seorang dukun,” katanya.

Setelah terus-menerus dipaksa, Sukarja akhirnya meminta segelas air putih dan dibacakan surat Al Fatihah. Selanjutnya air tersebut diminumkan kepada Narsem. Akan tetapi setelah minum air tersebut, Narsem justru kejang-kejang dan keluarga emosi sehingga mencekik leher Sukarja hingga lecet-lecet.

Pardan berusaha menolong ayahnya yang dianiaya keluarga Narsem, tetapi justru dipukuli oleh orang-orang yang ada di dalam rumah Narsem.

Kapolsek Adipala AKP Sarijan saat hendak dikonfirmasi mengenai peristiwa tersebut, menurut seorang petugas, sedang berada di luar kantor. Kendati demikian, dia mengatakan, kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan sehingga tidak ada tersangka yang ditahan.

ant/rif

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….