Rabu, 24 Maret 2010 22:30 WIB Pendidikan Share :

Disdikpora
geledah HP tanggung jawab sekolah

Solo (Espos)–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo menyerahkan tanggungjawab terkait dengan antisipasi penyebaran kunci soal ujian nasional (UN) palsu ke pihak sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos di lapangan, meskipun larangan membawa hand phone telah diinstruksikan kepada sekolah, pengawas, tim pemantau maupun siswa. Namun hal tersebut tidak dilaksanakan secara rutin oleh pihak sekolah, sehingga sejumlah siswa dapat memasukkan hand phone ke dalam saku.

Menurut Ketua panitia UN Kota Solo, Maskuri, selama tiga hari pelaksanaan UN pihaknya maupun pengawas sekolah tidak mendapatkan berita acara yang menonjol pada saat ujian berlangsung, termasuk tindak kecurangan yang dilakukan via handphone.

Dia mengatakan, kesepakatan dilarangnya membawa alat komunikasi dalam ruang tersebut berlaku untuk siswa maupun pengawas sekolah dan hal itu menjadi tanggung jawab sekolah.

“Saya juga bingung dari mana siswa dapat membawa masuk handphone sementara waktu untuk mengerjakan soal juga terbatas,” jelasnya ketika dijumpai Espos, Rabu (24/3).

Menurutnya, dengan adanya penangkapan pengedar jawaban maupun soal UN palsu tersebut pihaknya mengimbau siswa untuk tidak mempercayainya. Dia mengatakan sejumlah siswa yang menjadi korban atas beredarnya kunci jawaban palsu tersebut karena mereka kurang percaya diri atas kemampuannya.

das

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…